Mereka berdua sudah berada di ruang tamu apartemen milik Doyoung, dan Doyoung sudah selesai mandi dengan kaus putih serta rambut yang setengah basah membuat dirinya semakin tampan dari biasanya di mata Yedam,
Mereka berdua sedang duduk sembari menonton televisi, sebenarnya hanya Yedam yang menonton, Doyoung malah memilih untuk sibuk memandangi Yedam yang sedang asik melihat televisi yang tengah menayangkan acara kartun pororo kesukaannya,
Jika dilihat-lihat Yedam ternyata terlihat sangat menggemaskan serta manis, mengapa Doyoung baru menyadarinya setelah mereka berdua telah resmi menjadi sepasang kekasih,
Omong-omong tentang kekasih Doyoung jadi gemas sendiri kala mengingat kejadian tadi siang saat ia menembak Yedam di dalam Supermarket, sungguh tidak ada romantis-romantis nya, namun setidaknya ia bisa mengutarakan perasaannya pada hantu manis ini,
Merasa dirinya menjadi pusat perhatian, Yedam menolehkan kepalanya dan mendapati Doyoung yang telah menjadi kekasihnya itu, sedang menatapnya dengan dalam hingga membuat dirinya salah tingkah sendiri,
"K- kak Dobby lagi apa?" Tanya Yedam yang akhirnya membuka pembicaraan,
"Nonton," Jawab Doyoung tanpa melepaskan pandangannya ke arah Yedam,
Yedam mengerutkan keningnya kala mendengar jawaban yamg lebih tua,
"Kalo nonton tuh liatnya ke depan kak Dobby, bukan liat ke arah aku!" Protes Yedam membuat Doyoung terkekeh lalu menggelengkan kepalanya,
"Ini gue lagi nonton," Jawab Doyoung,
"Ih, nonton kartun itu bukannya nontonin aku!" Gerutu Yedam sambil memasang wajah garang namun tidak terlihat garang melainkan sangat lucu,
"Gak tertarik, lebih lucuan lo daripada kartun itu," Mendengar jawaban yang lebih tua membuat Yedam bersemu merah,
Mengapa tiba-tiba Doyoung menjadi sok manis seperti ini? Tidak tidak ini sungguh tidak aman untuk jantung Yedam,
"A- apa sih?! Kenapa tiba-tiba jadi gombal begini," Ucap Yedam sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya,
Melihat itu Doyoung hanya terkekeh gemas dengan tingkah sang kekasih mungilnya,
Hening, tidak ada lagi yang memulai percakapan, Yedam menghela nafasnya,
"Kak Dobby gak takut?" Doyoung menautkan kedua alisnya bingung mendengar pertanyaan yang diajukan oleh yang lebih muda kepadanya,
"Takut untuk?" Tanya Doyoung balik membuat Yedam bergerak bingung,
"Ya... Itu...." Ujar Yedam sedikit kebingungan juga,
"Takut karena gue pacarannya sama arwah?" Tanya Doyoung membuat Yedam mengangguk pelan,
"Ngapain takut? Denger ya, emang sih waktu pertama kali kita ketemuan itu, gue gak terima lo tinggal berduaan sama gue di sini, karena lo kan arwah orang koma, tapi lama kelamaan gue lebih merasa nyaman berdua bareng lo, gue ngerasa kalo kehadiran lo buat diri gue gak merasa kesepian lagi, dan waktu itu gue gak sadar bahwa satu persatu perasaan yang muncul setiap bareng lo," Mendengar itu membuat pipi yang lebih muda itu bersemu, mengapa Doyoung menjadi manis seperti ini? Apa dengan yang sebelumnya Doyoung juga semanis ini?
"T- tapi kan aku masih jadi arwah," Ucap Yedam lesu,
"What's wrong with that? Cinta itu gak bisa di pilih kemana datangnya kan? Dimana datangnya cinta ya udah kita tinggal jalanin aja, nanti pas lo bangun baru kita bakal merasakan cinta seutuhnya tanpa terhalang alam," Yedam menahan nafasnya, seketika ia ingat akan perkataan Mashiho saat itu, bersama Doyoung membuatnya lupa akan inti dari semua permasalahan itu,
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghost? || DODAM
Fiksi PenggemarBagaimana jika ternyata saat kalian pulang ke rumah ada arwah yang mengikuti kalian pulang? Warn! BxB content Dodam Do! Top Dam! Sub Age switch If you are homophobic, get out of this book
