6

14.4K 434 9
                                        

Suara desahan juga kecupan terdengar dari sebuah kamar.

Seorang wanita cantik tanpa busana menyentuh tubuh nya sendiri di hadapan Ray, matanya terus menatap Ray seolah mencoba menggoda Ray.

Tapi Ray belum juga tegang, dia sama sekali tidak terangsang dengan apa yang ia lihat sekarang.

Se-seksi apapun ekspresi dan desahan yang dikeluarkan wanita cantik di depan nya ini, tidak serta merta membuat Ray ikut bergejolak merasakan gairah nafsu.

Wanita cantik itu memeluk leher Ray, mencium bibir Ray penuh nafsu dan dibalas dengan ganas oleh Ray juga. Tangan Ray perlahan turun kebawah, meremas bokong sintal wanita dipelukan nya.

Wanita cantik itu dengan gerakan yang erotis perlahan menungging di hadapan Ray, dengan kerlingan matanya yang menggoda ia menatap Ray.

Tangan lentik wanita itu mulai menyentuh paha Ray yang masih berbalut celana bahan hitam, lalu menarik resleting celana Ray dengan gigi nya kebawah.

Tak lupa juga menurunkan celana dalam yang Ray pakai, terlihat lah penis Ray yang masih lemas.

Wanita itu memasukkan penis Ray kedalam mulut nya, memaju mundurkan kepala nya seirama.

10 menit kemudian, belum ada tanda-tanda penis Ray mulai ereksi. Leher wanita itu mulai terasa pegal, pun dengan Ray yang frustasi karena belum juga merasakan hasrat dalam dirinya.

Jadilah Ray memegang kepala wanita itu, dan menaik turunkan nya dengan kasar dan cepat hingga suara hisapan nya terdengar di sepenjuru kamar.

5 menit di posisi itu, Ray mulai frustasi dan mengeluarkan penis nya yang belum ereksi dari mulut wanita itu.

"Sialan!"

PLAK

Bunyi tamparan terdengar, seirama dengan tertoleh nya kepala wanita dihadapan nya ke samping.

"Pergilah, aku akan mentransfer bayaran nya padamu."

"T-tapi.."

"Pergi!" Mendengar bentakan dari Ray membuat wanita itu segera bangkit dan memakai kembali pakaian nya yang sudah berceceran.

"Sialan! Kenapa aku belum juga tegang?!" Ray meremas rambut nya frustasi, entah sudah berapa puluh wanita yang sudah di sewa nya.

Tapi tak ada yang bisa membuat Ray kunjung puas. Mau secantik, se-seksi, atau se-hot apapun tubuh mereka, Ray tak pernah benar-benar bisa memuaskan hasrat nya.

Apa ia benar-benar impotent?, Pikir Ray frustasi.








•••




Ray melepas kancing atas kemeja yang dikenakan nya, sehabis kejadian tadi Ray langsung pulang ke apartemen dan menuju ruang kerja.

Ray selalu melarikan diri dari masalah dengan menyibukkan diri melalui pekerjaan, mau itu pagi, siang, sore, malam, Ray tak pernah peduli dengan waktu jika sudah menyangkut pekerjaan.

Saat sedang memeriksa email satu persatu, tiba-tiba ada file yang membuat nya tertarik.

File itu dikirim oleh Email milik Araya, sekertaris pribadi nya. Itu terlihat dari akun email yang ia pakai. Akun email personal milik Araya.

Karena penasaran, akhir nya Ray membuka file itu.

Isi file itu membuat Ray tercengang, file berjudul "My Dominant Secretary" adalah berisi teks vulgar dengan banyak adegan ranjang.

Tapi yang membuat Ray lebih tercengang adalah, wanita yang menjadi pihak dominant.

Dimana-mana pihak dominant adalah laki-laki, tapi mengapa disini pihak dominant nya adalah wanita?

Ray membaca semua isi file itu karena penasaran.

Meski awalnya terasa aneh, Ray merasa tubuh nya panas dan tidak nyaman.

Ia menggerakkan tubuh nya tidak nyaman, hingga sadar sesuatu yang berada dalam celana nya menggembung.

Ray tercengang, damn. Selama ini ia menyewa puluhan wanita, tapi tak pernah dengan mudah merasa terangsang ataupun ereksi.

Tapi ia bisa merasa terangsang hanya karena membaca teks yang berisi adegan vulgar seorang wanita dominant dan pria submissive.

Ray dengan tergesa membuka resleting celana nya, mengeluarkan penis nya yang sudah menegang sempurna.

Dengan ragu dan pelan, ia mulai menyentuh penis nya sendiri dan menaik turunkan nya.

"Hngh..."

Ray melakukan nya dengan membaca teks vulgar yang terpampang di laptop milik nya.

Ray semakin panas saat matanya membaca adegan dimana, si pria submissive yang menjabat sebagai CEO sedang memuaskan dirinya dengan memasukkan jari-jarinya kedalam hole, dihadapan sekertaris nya sendiri.

Tiba-tiba Ray membayangkan dirinya berada diposisi pria submissive itu.

Membayangkan dirinya masturbasi didepan Araya, sekertaris nya. Ray semakin terangsang saat membayangkan reaksi yang dikeluarkan oleh Araya saat melihat nya dalam kondisi seperti itu.

Apa reaksi yang akan dikeluarkan Araya? Apakah Araya akan menganggapnya menjijikan, atau ikut terangsang seperti wanita yang ada dalam teks yang ia baca?

Membayangkan nya membuat gairah Ray semakin bergejolak, ia membayangkan Araya berada diatas nya, menghancurkan tubuh nya dengan cepat, dan ia yang hanya bisa mendesah nikmat dibawah kukungan Araya.

Ray semakin mempercepat kocokan pada penis nya yang tegang, sebelah tangan Ray yang menganggur terangkat, menyentuh dada nya sendiri.

"Hngh!" Tubuh Ray menggelinjang begitu Ray menyentuh puting nya sendiri, merasakan kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan sebelum nya.

Ray tak menyangka jika puting nya termasuk bagian yang sensitif, menyentuh nya ternyata bisa terasa senikmat ini.

"Sedikit... Lagihh Hmmh.."

Kepala Ray semakin mendongak keatas saat pelepasan nya semakin dekat.

"Akh! Ar-raya... Nghh RAYA! AKHHhhh..."

Splashh

Nafas Ray memburu saat mendapatkan pelepasan yang terasa menakjubkan, Ray menutup matanya. Diam-diam tersenyum tipis.













TBC

Crazy Boss or Crazy Secretary?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang