Araya melepas dasi di leher Ray dengan kasar, membuat kepala Ray refleks tertarik ke depan.
Lalu Araya mengikatkan dasi pada kedua tangan Ray.
Araya mengukung Ray yang duduk diatas kursi, wajah nya mendekat dan mencium Ray dengan ganas yang dibalas dengan ciuman ganas oleh Ray.
Tangan Araya tak tinggal diam, ia menyentuh dada Ray yang masih terbalut kemeja putih.
Dengan masih berpagutan, Araya perlahan membuka kancing kemeja Ray satu persatu.
"Ngh!" Desah Ray tertahan saat jari Araya memainkan puting nya.
Araya melepas ciuman kedua nya, lalu beralih mengecupi leher Ray hingga turun ke dada Ray.
Araya memainkan dada Ray dengan lihai, sebelah tangan nya meremas dada Ray. Sementara mulut nya terus menghisap, menggigit, dan menjilati dada Ray.
"Ahh! Hnghhh... Ar-rayahh... Hah.. Hahh.." Ray mendesah merasakan kenikmatan yang diberikan sekertaris nya.
Araya menghentikan hisapan nya pada dada Ray, ia menatap Ray yang sangat menggoda dimata nya.
Bibir yang bengkak, wajah yang memerah, hingga tubuh nya yang bergetar, semua adalah hasil perbuatan nya.
Araya tersenyum melihat bagaimana hancur nya Ray sekarang, tapi Araya belum puas, ia ingin menghancurkan Ray lebih dari ini.
Araya menarik tangan Ray yang terikat ke belakang, sementara sebelah dengkul kaki nya ia taruh tepat di antara kaki Ray.
"AHHH!" Ray memekik saat Araya menekan dengkul nya, menghimpit penis Ray yang sudah tegang.
"Ahh..Hnghhhhh..." Tubuh Ray bergetar saat Araya semakin gencar menggesekkan dengkul nya diatas penis Ray.
"Ar-raya..nghh... S-saya... Hng! M-mau keluarhhh..." Desahan Ray semakin hebat saat wanita itu menggesekkan kaki dan menekan nya secara bersamaan.
Saat akan mendekati pelepasan nya, tiba-tiba Araya menjauhkan kaki nya.
Ray mendesah frustasi, ia menatap Araya dengan tatapan tak berdaya dan tatapan memohon.
Araya tak kuasa tergelak melihat betapa tak berdaya nya Ray. Siapa sangka bos yang angkuh dan menyebalkan tiada tara itu bisa mengeluarkan tatapan memohon yang meminta dikasihani.
Araya manjambak rambut Ray, lalu membanting tubuh Ray yang sudah tidak berdaya ke lantai.
"Ini baru permulaan. Bukankah kau ingin lebih dari ini?"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Boss or Crazy Secretary?
Romance18+ Desclaimer : Semua latar belakang tempat, penyakit, waktu, penamaan tokoh, maupun alur cerita hanyalah fiktif sekaligus imajinasi penulis semata. Jadi mohon maaf apabila ada yang melenceng dari kenyataan, semua nya murni hanya imajinasi. Ray, se...
