9

16.1K 440 9
                                        

Ray tak bisa fokus dengan pekerjaan nya, sudah beberapa hari ini Ray kehilangan fokus.

Di otak nya, selalu terbayang-bayang wajah Araya. Yang justru membuat Ray terangsang karena membayangkan adegan intim bersama sekertaris nya itu.

"Sialan!!" Ray mendesis frustasi.

Sebelum nya, bahkan jika seorang wanita menggerilya tubuh nya ia tidak pernah mudah terangsang.

Tapi kenapa hanya dengan membayangkan ia menjadi mudah terangsang hingga seperti ini?!

Aneh nya, meski kemarin ia menyewa jalang untuk memuaskan nafsu nya. Ray tak pernah merasa puas, seperti saat masturbasi sendiri sambil membayangkan Raya.

"Haruskah aku mencoba memasukkan itu?" Batin Ray sambil melirik laptop nya yang menampilkan tulisan bagian dimana pria submissive yang sedang memuaskan dirinya dibantu wanita dominant dengan cara memasukkan jari nya kedalam lubang hole pria itu.

Tapi Ray segera menepis pemikiran nya. Ray memang penasaran, tapi rasa takut lebih mendominasi diri nya.

Tak tahan dengan nafsu yang semakin bergejolak, Ray membuka resleting celana nya dan memainkan penis nya.

Mata Ray menutup, sambil membayangkan Araya sedang menyentuh penis nya, dan menggerayangi tubuh nya.

"Ar-rayahh... Hnghhh..." Nafas Ray memburu saat fantasi nya semakin menjauh.

"Hahh... Hss.. Araya..." Nafas Ray semakin memberat, ia semakin cepat menaik turunkan tangan nya.

"Pak Ray....?" Panggilan itu membuat Ray membuka mata nya.

Bola matanya sontak membulat saat melihat sang sekertaris tepat berada dihadapan nya, menatap dirinya yang sedang ber masturbasi.

Mereka berdua bertatapan, suasana nya hening seketika.

"Pak Ray... Kenapa.. mendesahkan nama saya..??"

Ray kembali mendapatkan kesadaran nya saat Raya mengajukan pertanyaan.

Ia buru-buru menutupi dan memakai kembali celana nya, lalu duduk dengan tegak di kursi nya.

"Ekhem.. ekhem... Ini.. ini tidak s-seperti yang k-kau kira," Ray mencoba membuat alibi, yang justru semakin mencurigakan di mata Araya.

"K-kau! L-lagipula kau mau apa kesini!" Gagap Ray mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Saya membawa berkas yang anda minta." Araya membawa berkas yang dibawa dan menaruh nya di meja Ray.

Tapi matanya tidak sengaja menatap layar laptop yang berada diposisi miring hingga Raya bisa melihat nya dengan jelas.

Dilayar laptop, terpampang teks dengan kalimat yang sangat ia kenali.

Ini adalah salah satu part dari cerita berjudul "My Dominant Secertary" karangan nya sendiri.

Tangan nya dengan spontan meraih laptop milik Ray.

'J-jangan jangan aku mengirim naskah ku ke alamat email yang salah?!' Batin Araya, ia menatap horror laptop yang sedang dipegang nya.

Araya menggigit bibir bawah nya, menaruh laptop Ray di meja kembali.

Tatapan nya berubah, tak ada lagi Araya yang terlihat ramah dan sopan.

Tatapan mata nya tajam dan dingin, ia menatap Ray yang juga sedang menatap nya.

Ray yang ditatap tajam meneguk ludah nya kasar, baru pertama kali ia lihat Araya yang serius dengan tatapan nya yang tajam.

Bahkan jika Ray menyusahkan Araya hingga gadis itu kesal setengah mati, Araya tidak pernah sekalipun menatap nya dengan tatapan tajam seperti itu.

Gilanya, tatapan tajam Araya justru membuat nya merasa senang.

Ray merasa, aura dominant gadis itu menginjak-injak nya. Yang justru membuat nya merasa tak berdaya, dan Ray suka perasaan tak berdaya itu.

Perlahan Araya mendekat ke arah Ray, hingga Ray bisa merasakan hembusan nafas Araya di depan wajah nya.

Ray menutup matanya secara tidak sadar, membiarkan Araya yang mendominasi dirinya.

"Bapak mau saya bermain dengan bapak kan? Seperti yang ada dalam cerita itu." Tanya Araya di hadapan wajah pria itu, membuat Ray membuka matanya dan mengangguk pelan.

Araya tersenyum tipis melihat kepatuhan Ray, membuat Ray sedikit menahan nafas dengan senyuman yang dikeluarkan Araya.

Araya mendekatkan wajahnya ke telinga Ray, berbisik rendah di telinga nya. "Then, Let's play the game."













TBC

Crazy Boss or Crazy Secretary?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang