Seperti biasa, aku up lagi kalo udah 100 vote biar kalian semangat juga ngasih vote. Jadi jangan lupa tekan votenya ya!
Di sisi lain, Ray terlihat menggeram kesal kala telpon nya tak kunjung di angkat oleh Araya. Dia melempar ponselnya, cukup keras, membuat layarnya retak.
Ray berada di ruang kerja yang ada di apartementnya sekarang, seperti biasa. Sifat workaholic Ray kambuh kembali.
Merasa hanya menelpon Araya tak akan membuahkan hasil, Ray meraih kunci mobil. Hendak menghampiri Araya langsung ke apartementnya.
Ray mengemudi dengan kecepatan tinggi, entah kenapa perasaannya terasa tidak enak. Seolah ada sesuatu yang mengatakan Ray harus bertemu Araya malam ini.
Saat sedang fokus mengemudi, tiba-tiba ada suara telpon dari sang mami. Ray mengangkat telpon, kebetulan ponselnya sudah terhubung ke mobil.
"Halo sayang?"
"Iya mi."
"Kamu lagi apa sekarang?"
"Menyetir."
"Bagus! Pas banget, kamu ke rumah ya sekarang. Ada yang mau ketemu sama kamu, mami tunggu di rumah!"
Baru saja Ray mau menjawab, telpon dimatikan secara sepihak. Ray menghela nafasnya kesal, akhirnya memutarbalik 'kan mobilnya menuju rumah.
...
Wajah Ray sejak pagi terlihat kusut, entah apa penyebabnya. Yang Araya tahu, wajahnya sudah begitu sejak ia datang.
Araya sedang berada di ruangan Ray sekarang, memilah dokumen yang harus ditandatangani Ray. Sementara Ray sendiri sibuk dengan pekerjaan yang lain.
Araya keluar dari ruangan Ray, berniat membuat dua gelas kopi untuknya dan juga Ray. Setelah selesai, Araya membawa kopinya kembali ke ruangan Ray.
"Mau kopi?" Tawar Araya sambil menyimpan kopi di meja Ray.
Ray mendongak lalu mengangguk, meregangkan tubuhnya sebentar lalu mengambil kopi itu.
Araya menyesap kopinya yang masih panas. "Kamu terlihat banyak pikiran pagi ini, ada apa?"
Ray terdiam mendengar pertanyaan Araya, tapi kemudian menggeleng. "Bukan apa-apa," jeda "Omong-omong, aku ingin bertanya tentang rencana kita..."
"Rencana? Rencana apa?"
Ray berdehem pelan sebelum mengatakannya dengan wajah yang sedikit memerah, "Rencana sesi pertama kita."
Araya baru teringat soal rencana itu, mereka memang sempat membahas akan melakukan sesi resmi pertama mereka setelah perjanjian sub/dom.
Mereka sepakat untuk pertama kali, akan dilakukan dan disiapkan oleh Araya. Tapi belum menemukan tanggal pasti karena Ray masih sibuk belakangan ini, jadwalnya padat.
"Ah.. rencana itu, weekend minggu ini sepertinya bisa. Bagaimana menurutmu?"
Ray mengiyakan, di tengah pikirannya yang masih berkecamuk, diam-diam merasa antusias menunggu hari itu tiba.
...
Araya merapikan apartement, juga beberapa barang yang sudah Araya beli khusus untuk dipakai hari ini. Araya dan Ray sudah sepakat untuk melakukan sesi pertama mereka setelah menandatangani kontrak sub/dom. Di apartement Araya, karena ini pertama kalinya Ray melakukannya, Araya ingin semua berjalan sempurna.
"Selesai," Araya bergumam, tinggal mengganti baju dan semua persiapan nya sudah selesai.
Sejujurnya tak banyak yang Araya siapkan, karena Araya ingin pengalaman pertama Ray tak terlalu berat. Jadi Araya menyiapkan permainan yang masih sederhana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Boss or Crazy Secretary?
Romance18+ Desclaimer : Semua latar belakang tempat, penyakit, waktu, penamaan tokoh, maupun alur cerita hanyalah fiktif sekaligus imajinasi penulis semata. Jadi mohon maaf apabila ada yang melenceng dari kenyataan, semua nya murni hanya imajinasi. Ray, se...
