"Pak-"
"Aku mohon Araya, please..." Ucapan Araya dipotong oleh Ray, Ray menatap nya dengan mata yang memohon bak anak anjing yang minta dikasihani.
Araya menggigit bibir, tak kuasa menolak, tapi tak mau mengiyakan.
"Maaf Pak," Akhirnya Araya buka suara, tapi tak membuat Ray gentar. Cengkraman nya pada tangan Araya menguat, "Kontrakmu masih ada 1 bulan lagi 'kan?" Kali ini, bukan puppy eyes lagi yang menatap Araya, tapi tatapan tajam yang penuh ancaman.
"Itu artinya, kamu tidak bisa menolak ucapanku, Araya." Desis nya tajam.
"Kamu harus menurutiku, setidaknya sampai satu bulan kedepan." Araya terdiam melihat Ray yang terlihat berbeda 180 derajat dari sebelum nya. Tatapan yang sudah lama tak ia temukan, tatapan yang sama saat ia baru masuk ke tempat ini.
"Kamu juga tidak lupa 'kan dengan apa yang kita lakukan beberapa hari yang lalu? Kamu tidak bisa kabur begitu saja setelah membuatku gila akan sentuhanmu, Araya."
Kali ini Araya tak kuasa menolak, bukan karena tidak bisa, tapi terlalu malas untuk berdebat.
"Asalkan dengan satu syarat"
Alis Ray terangkat, seolah penasaran.
"Mari kita tanda tangani kontrak, kontrak perjanjian sebagai sub dan dom."
...
Araya menyerahkan kertas berisi kontrak perjanjian sub dan dom ke hadapan Ray, sesudah menjelaskan apa itu submissive dan dominant, serta apa saja isi kontrak antara sub/dom, Araya segera memberikan contoh kontraknya langsung.
"Perjanjian kita berlaku sampai kontrak kerjaku selesai, selama itu, kamu harus mematuhi syarat yang aku ajukan. Ada 4 syarat yang aku ajukan. Pertama, kamu tau 'kan aku adalah seorang penulis novel dewasa? aku ingin kita melakukan beberapa sesi untuk membantuku mendapat inspirasi menulis novel. Kedua, kamu tidak bisa mencampuri urusan pribadiku, begitupun sebaliknya. Ketiga, kita hanya akan berperan menjadi sub/dom di waktu tertentu, sisanya bersikaplah seperti biasa. Dan terakhir, selama aku menjadi dom, kamu yang merupakan sub tidak bisa menolak semua permintaanku selama masih dalam jangka waktu kontrak ini. Tapi jangan khawatir, karena masih ada safe word yang berlaku. Karena kamu masih pemula, mau menggunakan dua macam safe word? satu saat kamu merasa diambang batas dan ingin menghentikan sesi saat itu juga, dan satu lagi saat kamu hampir mencapai batas, tidak mau berhenti tapi ingin beristirahat sejenak? Apa ada kata yang mau kamu pakai sebagai safe word?"
Ray meneliti kontrak itu dengan teliti, lalu mengangguk. "Bagaimana jika yang pertama Red dan kedua Candle?"
"Baiklah, itu terdengar bagus. Apa syarat yang aku ajukan aman? Atau ada syarat yang mau kamu ajukan sebagai sub?"
"Semuanya bisa aku sanggupi, tapi ada 1 hal yang aku inginkan..."
...
Dan disinilah Araya berakhir, di tengah keluarga divanes untuk makan malam. Secara khusus, makan malam ini diadakan untuk menyambut Araya, sebagai kekasih sang anak kesayangan keluarga Divanes.
Kali ini hanya keluarga inti yang hadir, orangtua Ray, keempat kakak dan adiknya beserta pasangan, juga empat keponakan nya.
Nampaknya keluarga ini benar-benar menyambut Araya, meskipun mereka belum benar-benar mengenal Araya. Terutama Nyonya Natalie, atau yang biasa Ray panggil Mami. Natalie benar-benar menganggap Araya sebagai penyelamat bagi Ray dan keluarga ini, rumor yang dulu selalu Natalie khawatirkan kini tak lagi membuat Natalie pusing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Boss or Crazy Secretary?
Romance18+ Desclaimer : Semua latar belakang tempat, penyakit, waktu, penamaan tokoh, maupun alur cerita hanyalah fiktif sekaligus imajinasi penulis semata. Jadi mohon maaf apabila ada yang melenceng dari kenyataan, semua nya murni hanya imajinasi. Ray, se...
