Hari ini adalah pertama kalinya Aster bekerja di toko roti. Gadis itu memakai seragam yang diberikan Jericho dan mulai bersiap. Ketika toko dibuka, beberapa pembeli mulai datang, kebanyakan dari mereka adalah wanita muda.
"Ayo berkenalan secara resmi, namaku Halley, satu-satunya pegawai di sini."
Aster mengangguk dan berjabat tangan, lelaki dengan rambut gondrong di depannya bernama Halley.
Jericho berada di bagian depan untuk menata roti, sedangkan Halley yang bertanggung jawab sebagai kasir. Aster ditugaskan untuk menjaga oven di dapur, atau membantu hal lain jika diperlukan. Jadi, Aster lebih banyak menghabiskan waktu di dalam.
Pada pagi hari toko sangat ramai didatangi, para pekerja yang sibuk biasanya datang untuk sarapan. Lalu sekitar pukul sembilan pagi, toko pun mulai menjadi tenang.
Saat itu juga Halley datang ke dapur dan memberikan pengarahan pada Aster.
"Lihat? Pada saat ini, roti-roti harus diangkat. Aster bisa meletakkan roti panas tersebut di atas meja, lalu bos akan datang mengurusnya." ucap Halley sembari menunjuk oven.
Aster memahami penjelasan dengan serius, "Baik."
Halley mengangguk, "Ada lagi yang Aster tanyakan?"
"... Tidak terlalu penting, sih, tapi apakah kalian berdua tidak kuwalahan bekerja selama ini? Bukankah dua pegawai itu sangat kurang?"
"Haha, aku sebenarnya juga tidak mengerti apa yang ada di pikiran bos. Tidak mau ada pegawai lagi, begitu katanya."
"Dasar aneh, kau pasti kesulitan, Halley." timpal Aster.
Halley mendekat dan berbisik, "Apakah Aster tahu, banyak orang yang mengajukan diri menjadi pegawai namun bos menolak mentah-mentah!"
Aster menjentikkan jarinya, ia merasa puas. "Tuh! Bos kita aneh sekali, kan?"
"Iya!"
Halley lelaki yang suka bercanda juga, Aster cukup lega karena dikelilingi orang yang bisa diajak berbicara. Setelah berbincang, mereka melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Aster mulai lihai dalam tugasnya, ia merasa senang karena pekerjaan itu menyenangkan. Namun, di tengah keseriusannya, ada telepon berdering. Jericho menelponnya.
"Ada apa?" tanya Aster setelah mengangkat telepon tersebut.
"Kemarilah, aku butuh bantuanmu. Tolong segera, ya."
Pip.
Tak berbasa-basi telepon langsung ditutup. Aster sedikit bingung, tetapi akhirnya ia pergi ke bagian luar.
Ternyata banyak pelanggan datang, mereka adalah para pelajar yang baru saja pulang. Seperto biasa, kebanyakan adalah para gadis.
Ketika Aster keluar, seorang pelanggan yang berada di depan kasir berteriak terkejut, "Hah?!"
Aster mengedipkan matanya beberapa kali, semakin membingungkan. "Ada yang ... bisa saya bantu?" tanya ia.
Pelanggan depan kasir itu tampak memakai seragam putih abu-abu, seragam SMA. Dengan rambut digerai, lalu tas berwarna pink di pundaknya, Aster berpikir gadis itu sangat cantik.
"Ada pegawai wanita!" pelanggan itu berteriak lagi.
Karena teriakannya, beberapa orang pun menoleh. Para siswa yang tampak serupa itu berdiri dan mengerubungi kasir, mereka terlihat tidak percaya.
"Tidak mungkin."
Salah satu gadis pun berjinjit, bertanya kencang, "Siapa dia? Siapa dia?"
Aster menunjuk dirinya sendiri, "Siapa aku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[END]Taking Money
Novela JuvenilJangan lupa follow sebelum membaca, cerita ini cukup pendek dan bisa dibaca dalam sehari. Jangan lupa tinggalkan jejak hehe - Aster menemukan sebuah petunjuk tentang harta besar tanpa pemilik di Dunia yang berbeda. Tentu saja, Aster segera pergi ke...
![[END]Taking Money](https://img.wattpad.com/cover/313815193-64-k422678.jpg)