Sehun POV
"Kalian ini, mencari masalah saja! Sadar diri, dong. Kalian ini bukan siswa sembarangan. Kalau kalian tidak menjaga sikap kalian, kalian bisa di rumorkan yang tidak-tidak. Masa yang begitu saja tidak bisa di mengerti?" Suho membentak dengan meninggikan suaranya. Aku mendecak kecil.
"Maaf," Aku membuka mulut.
"Kau, Sehun. Kenapa kau meninju Kai? Apa masalahmu?" Tanya Suho. Aku mendongak.
"Saat bertemu dengan Kai, ia memukulku pelan seperti yang biasa kalian semua lakukan padaku. Sebenarnya aku tidak apa-apa kalau moodku bagus. Tapi berhubung aku sedang sensitif, aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri. Aku meninju Kai tanpa sadar." Jelasku bohong. Semua itu bohong. Aku tidak mungkin baper seperti yang barusan ku ceritakan.
Dan aku tidak mungkin menceritakan masalahku dengan Kai dan Youra pada semua anak-anak ini. Tidak mungkin.
"Apa benar begitu, Kai?" Tanya Suho. Kai melirikku sebentar, lalu mengangguk.
"Maafkan aku."
"Kalau begitu, apa masalah ini sudah selesai?" Tanya Suho.
Kami mengangguk pelan.
"Masuklah ke kelas. Sudah bel." Kris beranjak dari tempat duduknya. Aku tidak menggerakan kakiku sama sekali.
Aku akan berada disini saja sampai istirahat.
"Dan, oh, Kai. Aku sampai lupa. Xiumin, Lay, tolong bawa Kai ke rumah sakit. Lukanya sangat parah." Suho menepuk pundak Xiumin.
Kai segera beranjak.
"Masalah kita belum selesai." Kai berbisik. Aku mendongak sambil menatapnya tajam. Dasar sial.
"Kalian tidak mau ke kelas, Chanyeol? Baekhyun? Luhan? Sehun?" Tanya Kyungsoo. Aku menggeleng yang langsung diikuti oleh Baekhyun, Chanyeol dan Luhan. Apa yang mau mereka lakukan disini?
"Berhubung kalian tetap tinggal disini, tolong kalian obati Sehun. Ada banyak obat di kotak obat, bukan?" Suho melayangkan padangannya pada kotak obat yang tersusun rapi. Chanyeol dan Baekhyun mengangguk.
"Kalau begitu, kunci ruangan ini nanti jika kalian mau keluar." Ujar Chen.
Pintu pun ditutup.
"Apa yang mau kalian laku-"
"Oh Sehun, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada kami!" Chanyeol dan Baekhyun buru-buru menghampiriku. Oh, seharusnya aku sudah bisa menebaknya dari awal.
"Seperti yang ku jelaskan tadi. Apa kurang jelas?" Tanyaku jengah. Baekhyun dan Chanyeol tertawa.
"Kau kira kami sebodoh itu untuk percaya dengan ucapanmu?" Tanya Baekhyun geli.
Luhan menggeleng kecil. "Sehunnie masih capek. Belum lagi tadi ia dimarahi habis-habisan. Dan juga, ia mendapat hukuman untuk membereskan ruangan ini selama 2 minggu. Biarkan dulu dia,"
"Tidak apa, Lu," Aku tertawa kecil.
"Tadi pagi," Aku segera melayangkan ingatanku pada kejadian tadi pagi.
***
"Kai-ya!" Panggilku. Kai menoleh. Wajahnya terlihat santai, namun aku bisa melihat kelicikan dalam hatinya."Apa yang kau lakukan pada Youraku kemarin sore?"
Ia tersenyum miring.
"Kami bermain sebentar. Dia benar-benar gadis yang menyenangkan. Bibirnya juga indah. Karena itu kemarin sore aku-"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Answer;
FanfictionAku merasa bodoh telah jatuh padanya. Kalau saja dari awal aku tau bahwa Chanyeol lebih menyukai sahabatku sendiri, seharusnya aku tidak perlu jatuh padanya. Apakah kalian tau sakitnya hatiku saat melihat ia mengecup pipi sahabatku sendiri di depan...
