The Fix-it Traveller

278 42 20
                                        




🕛
(please prepare yourself for the long ass chapter)









Hari Rabu merupakan hari yang paling menyebalkan bagi Jaemin. Selain karena hari Sabtu masih terasa jauh, di hari Rabu ini ada dua mata pelajaran yang paling tidak disukainya berdampingan satu sama lain, PE dan Algebra.


"Bayangkan saja, setelah tenagaku yang dikuras habis karena Kang Ssaem, terus aku harus memeras otakku karena Algebra! Siapa pula yang mempunyai ide menggabungkan alfabet dengan angka lalu membuat rumus yang sangat tidak masuk akal itu?!"


Begitu yang selalu Jaemin gerutukan ketika berhadapan dengan soal-soal maupun materi Algebra yang diajarkan Kwon Ssaem.


"Dodgeball?!" pekik Jaemin setelah hampir saja terkena lemparan bola dari salah satu teman sekelasnya. "Apa kita kelas lima SD?!"


Sanha merotasikan bola matanya. "Hentikan menjerit seperti Barbie dan main yang benar," balasnya sambil bergerak ke sana kemari; menghindari bola.


"Apa tidak ada permainan lain? Ini membuatku lelah dan sang—AW!" Jaemin memegangi lengannya sambil memelototi Haechan, pelaku yang melemparkan bola kepadanya dengan tepat.


"Na Jaemin, out!" seru Kang Ssaem dari pinggir lapangan.


"Tch!" Jaemin melirik sinis pada Haechan, yang lalu menjulurkan lidah; menggoda, mengejeknya.


Sementara seisi kelas Jaemin tengah mengisi lapangan outdoor dengan penuh jeritan tawa maupun kesakitan, berbeda lagi dengan kelas Jaehyun dan Yuta. Keadaan kelas mereka sekarang; kelas III-A, tengah dirundung sepi walau tidak ada guru yang sedang mengajar.


Namun di sela sepi, ada bisikan-bisikan lirih yang cukup terdengar dari sekitaran meja Yuta. Di mana beberapa siswa tengah mengerumuninya sambil mengobrol tentang sesuatu.


Jaehyun, yang duduk tidak jauh dari Yuta, sebenarnya penasaran sekaligus terganggu oleh apa yang sedang mereka lakukan. Kim Ssaem menyuruh mereka untuk belajar sendiri, tetapi beberapa di antara teman sekelasnya malah membuat kegiatan lain seenaknya saja.


Ingin hati Jaehyun menegur, tetapi itu bukan tugasnya, karena ada Wonwoo yang selaku ketua kelas, tetapi tampaknya dia sama sekali tidak ada masalah dengan Yuta dan gerombolannya itu.


"Ugh!" Jaehyun mendengus lirih seraya menutup buku catatannya. Ia pun melayangkan tatapan ke meja sebelah lalu tersenyum simpul. "Ya, Kwon Soonyoung," panggilnya pada sang pemilik tempat.


Yang dipanggil menoleh, balas menatap Jaehyun yang tengah memamerkan lesung pipinya dengan penuh arti. "Hm?"


"Mau tukar tempat duduk?" tanya Jaehyun. "Kau tidak terganggu?" tunjuknya pada gerombolan di sekitar meja Yuta.


Soonyoung melirik meja Yuta lalu menghela nafas panjang. "Sangat," keluhnya pasrah. "Jeon Wonwoo sialan. Sepertinya dia menyumbat telinganya dengan walkman lagi."


Jaehyun terkekeh. "Mau tukar tempat denganku?"


Tanpa banyak berpikir lagi, Soonyoung segera menutup buku-buku catatan seraya langsung bangkit berdiri; bertukar tempat dengan Jaehyun.


18 || SUNGJAEMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang