I Shouldn't, But I Should

234 49 10
                                        





🕛
Terima kasih untuk tetap berada di sini, mengikuti perjalanan yang belum selesai dengan sabar dan penuh dengan afeksi serta atensi.
Vote dan komentarnya sangat aku hargai.
Wonderer memang the best!

Wonderer memang the best!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.










Jam pelajaran mandiri seharusnya diisi oleh kegiatan mengulang materi atau mengisi kuis yang diberikan Lee Ssaem sebelumnya.


Beberapa murid di kelas Jaehyun memang melakukan hal yang dipinta oleh Lee Ssaem, tetapi tidak dengan Yuta dan kawanannya.


Mereka kini tengah berkumpul di meja Yuta, mengobrol tentang sesuatu; sepertinya seru, karena senyum Yuta selalu terulas yang diiringi oleh tawa lirih dari yang lainnya.


Jaehyun sendiri sebenarnya sudah menebak apa yang sedang mereka bicarakan, sayangnya, lagi dan lagi, rasa penasaran luar biasa menghimpit pikirannya.


"Aku sudah tahu, hentikan," hipnotis Jaehyun pada dirinya sendiri seraya berusaha memusatkan atensinya pada soal-soal kuis.


"Pst! Jaehyun-ah!"


Jaehyun menoleh, mendapati Soonyoung tengah memasang ekspresi kesal di wajahnya. "Apa?" tanyanya singkat.


Soonyoung mengangkat dagu, menuding gerombolan Yuta dengan sinis. "Jeon Wonwoo lagi-lagi menyumbat telinganya. Sialan! Apa harus kita laporkan saja kepada Lee Ssaem?"


"Kau saja yang melaporkannya, aku malas berurusan dengan Baekho dan Sungjae." Jaehyun menghela nafas panjang. "Mau tukar tempat duduk lagi?" tawarnya kemudian.


Tanpa diminta dua kali, Soonyoung bergegas memboyong buku-buku pelajaran dan catatannya lalu bertukar tempat dengan Jaehyun.


Dengan ini, lagi-lagi, Jaehyun bisa kembali mendengar obrolan Yuta dan teman-temannya. Yah, walau sebenarnya dia enggan, tetapi setidaknya ia bisa menyuapi rasa penasarannya yang kelaparan.


Ya, Jaehyun mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Baekho, tawa jahil milik si Kembar; Kwangmin dan Youngmin, dan tentu saja kekehan penuh arti milik Yook Sungjae.


Segala macam emosi bercampur aduk menjadi satu, mendera Jaehyun tanpa ampun. Saat ini dia hanya berharap bel istirahat segera berbunyi dan dia bisa menculik Yuta untuk dinasihati.


Sebelum Jaehyun semakin tertekan dan akhirnya meledak, untung saja Lee Ssaem masuk ke kelas dan memberikan sedikit wejangan tentang persiapan ujian kelulusan dan inti dari career form yang mereka isi kapan hari.


18 || SUNGJAEMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang