R E N D E Z V O U S
.
.
Hinata mengepalkan tangannya kuat, iris seindah rembulan itu menatap pria itu dengan tajam. Ia tidak akan mudah dibohongi kembali setelah semua yang telah terjadi.
"Hubunganku dengan Ayahmu lebih dari sekedar rekan kerja bahkan teman. Dia seperti saudaraku, sahabat, kakak bagiku."
"Lalu kenapa kau membunuhnya, Bajingan!!" Sahut Hinata cepat, rasa sakit dan marah masih melingkupi hatinya.
Kakashi masih berada diposisinya dengan moncong pistol mengarah dikepalanya. Namun rasa takut seakan tak ada sedikitpun. Ia justru menampilkan senyum tipisnya, menatap wanita cantik itu dengan pandangan teduhnya.
"Lima belas tahun silam, aku memilih untuk keluar dari Uchiha. Ayahmu tentu saja memilih keluar bersamaku. Kita membangun organisasi bersama, hingga akhirnya kita membentuk Akatsuki untuk menjadi organisasi mafia terkuat mengalahkan Uchiha."
Hinata menelan ludahnya kuat, ia pejamkan iris matanya. Rasa sakit itu masih tak kunjung hilang. Namun rasa penasarannya masih menggebu, ia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Sialan!! Bajingan!! Keparat!!"
Tubuh tinggi dengan lengan berotot itu masih mengarahkan pukulan untuk beberapa orang yang mengepungnya. Beberapa luka sudah tertoreh di sekujur tubuhnya, namun pria bersurai silver itu masih sanggup untuk melawan mereka semua walau rasa sakit menderah sekujur tubuhnya.
Namun sekuat apapun pria itu berusaha, tubuh dan tenaganya tak mampu untuk melumpuhkan mereka semua. Ia sadar ia hanya seorang diri dan mereka lebih dari sepuluh orang.
Bajingan memang.
Ditengah-tengah rasa keputusasaannya ia dapat melihat siluet sosok tinggi dengan rambut panjang yang diikat rendah diujungnya.
"Hei, bajingan! Kau tidak akan mati bukan?"
Kakashi mengangkat sudut bibirnya yang terluka menghantar rasa sakit namun ia hiraukan. Ia kembali bangkit dari posisinya, ia menatap pria itu yang masih memukuli beberapa orang dengan membabi buta.
"Tidak akan walau dalam mimpimu, Hiashi." Jawab Kakashi disertahi kekehan diakhir kalimatnya.
Pria yang dipanggil dengan Hiashi itu tertawa, menatap pria bersurai silver itu sekilas lalu kembali menghabisi orang-orang keparat itu.
Kedua pria itu menghembuskan napasnya yang memburuh, lalu melirik satu sama lain dan tertawa setelahnya.
"Sialan, aku kira kau tidak akan datang, Hiashi." Ujar Kakashi menjatuhkan tubuhnya dilantai, menatap langit yang terlihat cerah hari ini.
"Dan membiarkanmu mati?" Ujar Hiashi tertawa setelahnya. Pria bersurai panjang itu mengikuti pria bersurai silver dengan merebahkan tubuhnya dilantai, menatap langit yang terlihat begitu cerah.
"Bagaimana dengan anakmu?" Tanya pria berklan Hatake itu menatap sekilas rekan kerjanya itu. Ia tau betul ini adalah hari dimana pria itu membawa anaknya untuk berjalan-jalan menikmati makanan dipinggir jalan.
"Dia terlalu banyak memakan kue dan makanan yang membuatnya bertambah besar, ia tidak akan marah untuk ini. Mungkin ia akan berterima kasih padaku karena membatalkan janji untuk hari ini." Jawab Hiashi tertawa renyah membayangkan ekspresi marah yang akan diberikan putrinya nanti karena membatalkan janjinya.
"Kau sangat payah untuk berbohong." Ujar Kakashi mencibir.
"Hei, aku sedang berusaha membuatmu agar tidak merasa bersalah, sialan!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rendezvous [[End]] ✓
Fanfiction- A Sasuhina Fanfiction Kematian sang Ayah membawanya ke dalam jurang kegelapan. Merubah segala hidupnya, menjadikannya seperti monster mengerikan. Apapun akan Hinata lakukan demi mencari siapa dalang kematian sang ayah. Pertemuan yang sudah direnc...
![Rendezvous [[End]] ✓](https://img.wattpad.com/cover/294924639-64-k218705.jpg)