R E N D E Z V O U S
.
.
Gadis dengan perawakan mungil itu mengerucutkan bibirnya beberapakali, kedua kaki pendeknya menendang krikil yang berada di depannya, berharap mengurangi rasa kesal yang hinggap di relung hatinya. Sesekali angin dengan nakal memainkan surai indigo yang selalu ia gerai dengan indah menambah kesan cantik nan manis untuknya.
"Berapa lama lagi aku harus berdiri seperti orang idiot." Gerutu gadis itu yang masih memakai seragam sekolah tingkat akhir. Iris lavendernya mengerling beberapakali untuk memastikan seseorang yang ia tunggu telah datang namun sampai sang mentari terbenam nampaknya orang yang ia tunggu masih belum menampakan batang hidungnya.
Gadis dengan Name tag Hyuga Hinata itu menghembuskan napasnya panjang. Ia sudah menebak dengan baik akhirnya, sama seperti yang sudah-sudah orang itu pasti membatalkan lagi acara mereka.
Sudah terlalu sering, namun rasa kecewa dan juga kesal masih datang bagaikan boomerang yang ia lempar namun akan selalu kembali.
Kaki kecil itu melangkah menjauhi tempat dimana ia menunggu selama hampir setengah hari. Berjalan menuju ke halte bis yang akan menghantarkannya pada flat yang ia tempati seorang diri. Dalam seminggu Hinata hanya dapat bertemu dengannya dua kali, tepatnya dihari minggu dan kamis. Setiap hari kamis setelah ia pulang dari sekolah ia dan orang itu akan berkeliling di distrik Konoha street untuk berburuh kuliner.
"Hinata!"
Gadis yang dipanggil namanya itu menolehkan kepalanya kesumber suara, ia dapat melihat wanita cantik dengan gaun coklat muda berjalan menghampirinya.
"Izumi-Nee, apa kabar?" Sapa Hinata sembari membungkukkan tubuhnya.
Gadis dengan surai coklat panjang itu menarik sudut bibirnya hingga menciptakan senyum manis disana. Gadis yang dipanggil Izumi itu menghampiri gadis yang jauh lebih muda darinya, tak lupa ia memberikan paper bag yang sedari tadi ia bawa kedalam genggaman gadis bernama Hinata.
"Eh, apa ini Nee-san?"
Izumi mengangkat tangannya untuk mengelus surai indigo itu dengan lembut. "Dari Ayahmu."
Bibir mungil itu mengerucut setelah mendengar kata Ayah yang keluar dari bibir gadis cantik yang ada di hadapannya itu, ingat? ia masih marah dengan sang Ayah karena membatalkan janji mereka begitu saja setelah membiarkannya berdiri berjam-jam di pinggir jalan.
"Jangan marah, kau tentu tau jika Paman Hiashi tidak akan membatalkan janjinya dengan princessnya begitu saja, jika tidak ada keadaan yang mendesak."
Hinata menghela napasnya panjang, ia memang terlalu kekanakan hanya karena sang Ayah tidak dapat menepati janjinya ia jadi marah dan kesal seperti ini. "Arigatou, Nee-san. Kalau begitu Hinata masuk kedalam dulu."
Gadis bernama Izumi itu menganggukan kepalanya pelan, membiarkan gadis manis itu masuk kedalam flat miliknya.
Hinata tidak ingat bagaimana awal pertemuannya dengan gadis bernama Izumi itu, yang jelas sang Ayahlah yang memperkenalkan gadis itu padanya waktu ia duduk dibangku taman kanak-kanak. Ayahnya bilang jika gadis itu adalah salah satu anak dari teman kerjanya. Sejak saat itulah mereka menjadi dekat, tidak benar-benar dekat karena Izumi hanya datang disaat sang Ayah membatalkan janji yang mereka buat, atau saat momen dimana seharusnya sang Ayah menemaninya namun tergantikan oleh kehadiran gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rendezvous [[End]] ✓
Fiksi Penggemar- A Sasuhina Fanfiction Kematian sang Ayah membawanya ke dalam jurang kegelapan. Merubah segala hidupnya, menjadikannya seperti monster mengerikan. Apapun akan Hinata lakukan demi mencari siapa dalang kematian sang ayah. Pertemuan yang sudah direnc...
![Rendezvous [[End]] ✓](https://img.wattpad.com/cover/294924639-64-k218705.jpg)