Rendezvous
.
.
.
Pria bersurai raven itu menatap potret foto besar yang terpasang di dinding ruang tamu itu dengan pandangan menelisik. Ia masih tidak percaya akan apa yang matanya lihat saat ini, bagaimana bisa ia tersenyum seakan dunia ini adalah surga.
"Ada apa, kau tidak suka dengan foto pernikahan kita?"
Pria bermata onyx itu menolehkan wajah rupawannya, menatap wajah cantik itu dengan wajah stoic andalan miliknya.
"Tidak, hanya saja."
Sasuke tidak melanjutkan perkataanya, ia tidak mungkinkan mengatakan bagaimana bisa ia terlihat begitu bahagia difoto itu. Jika iya, itu terlihat konyol, bukan?
Sasuke menelisik kembali setiap sudut mension miliknya, tidak banyak yang berubah dari yang terakhir ia ingat dalam otaknya. Ia langkahkan kakinya menuju tempat yang menjadi ruangan dirinya dan mungkin istrinya juga, ah sial ia benci mengakui ia senang akan fakta jika dia akan seranjang dengan wanita seksi nan cantik yang sekarang sedang membuntuttinya.
"Kita tidur disini?"
Ah, ia kembali terlihat bodoh.
"Kau ingin aku tidur dikamar lain?"
Sasuke menatap wajah cantik itu dengan cepat seakan perkataan yang keluar dari wanita itu adalah hal yang dapat menghancurkannya dalam sekejap.
"Tidak." Jawab Sasuke tegas dan mantap
Hinata menatap wajah tampan itu dalam diam, ia bisa melihat rahang pria itu yang mengencang seiring rasa kesal yang tergambar jelas diwajah tampannya itu.
"Mungkin saja kau merasa tidak..
"Tidak."
.. Nyaman."
"Tidak!"
"Aku bisa pindah, Anata. Mungkin dikamar..
"Tidak!!"
.. Sebelah."
"Sialan, aku bilang tidak ya tidak!!" Bentak Sasuke berjalan menghampiri istrinya itu lalu membungkam bibirnya dengan bibir seksi miliknya. Melumat kedua belah bibir seksi itu dengan tergesa seakan tiada hari esok.
Nafasnya tersengkal, pasokan udara seakan menipis dan perlahan hilang. Ia butuh bernafas sekarang, konyol bukan jika ia mati karena sebuah ciuman yang sangat sialannya menggairahkan. Dengan kewarasan yang masih tersisa jemari lentik itu perlahan mendorong dada bidang itu untuk menjauh, memberi jarak diantara keduanya dan tentu saja untuk memutus tautan bibir diantara mereka.
Hinata memalingkan wajahnya, menghirup udarah sebanyak mungkin untuk mengisi paru-parunya yang hampir kering, oh sialan! Bagaimana bisa ciuman pria itu mampu membuatnya gila seperti ini.
"Anata!!" Rajuk Hinata geram. Tentu saja ia hampir mati karena ciuman pria itu.
Sedangkan Sasuke sendiri justru tersenyum puas ketika iris jelaganya menatap bibir istrinya yang mengkilap dan bengkak dibuatnya.
Hinata menghela nafasnya panjang, ternyata menghadapi pria sialan sepertinya memang membutuhkan ekstra tenaga baik batin atau tubuhnya. Ah, ini akan menjadi misi yang menyebalkan. Lihat saja, ini baru dua hari ia berlakon menjadi istri pura-pura, dan ia sudah mendapatkan puluhan ciuman dibibirnya, ah sial bagaimana jika nanti pria itu memintanya untuk melakukan hal itu , tidak apa yang harus ia katakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rendezvous [[End]] ✓
Hayran Kurgu- A Sasuhina Fanfiction Kematian sang Ayah membawanya ke dalam jurang kegelapan. Merubah segala hidupnya, menjadikannya seperti monster mengerikan. Apapun akan Hinata lakukan demi mencari siapa dalang kematian sang ayah. Pertemuan yang sudah direnc...
![Rendezvous [[End]] ✓](https://img.wattpad.com/cover/294924639-64-k218705.jpg)