11. Cinta

514 45 4
                                        

Emosi Yuta pun sudah tidak bisa ia tahan, ia juga ikut kesal dengan sikap Gojo yang semena-mena kepada Shoko bahkan sampai ingin menamparnya.

Nafasnya menderu kencang, matanya melihat ke sekitar dan untung saja lorong rumah sakit ini sepi dan tidak ada keluarga pasien lain yang sedang berada di sini jadi bagi Yuta sepertinya aman mengadakan pertarungan gulat mendadak di sini.

"Kalau kau sudah mengetahui dimana Yuuji, memangnya kau mau apa ha? Membawanya kembali pulang? Lalu memukulnya? Memberikan pekerjaan berat? Memberikan kata-kata umpatan?" Ucap Yuta dengan lantang.

Gojo terdiam, menyeka rambutnya yang menutupi mata birunya itu. "Jangan sok tahu kau anak kecil." Ucap Gojo.

"Kau membiarkannya pergi!! Kau mengusirnya bukan sebab ia pulang malam hari itu!?"

Yuta lalu melirik Megumi yang ada di sampingnya, wajah Megumi langsung berkerut takut melihat mata Yuta yang seram itu.

"Nah, berarti Yuuji ada bersama kalian kan?"

Yuta menelan salivanya paksa, berat rasanya mengingkari janji. Tapi ia sudah muak, ia terpaksa mengeluarkan kata-kata yang merujuk langsung dengan keadaan Yuuji yang sebenarnya.

Pria albino ini membuatnya muak dan ingin muntah dengan tingkah lakunya. Walaupun ini pertama kalinya Yuta bertemu dengan Gojo dan selebihnya ia mendengar cerita dari Nobara atau Nanami.

Ternyata sifat dan sikap Gojo lebih buruk dari pada apa yang di ceritakan oleh mereka.

"Dimana Yuuji?" Gojo bertanya sekali lagi. "Kalau kau tidak memberi tahu ku.. aku akan—" lanjutnya terpotong.

"Apa? Atau apa? Kau ingin bertarung dengan ku? Ayo, aku tidak takut kepadamu pria aneh! Ayo kita bertarung sampai berurusan dengan pengadilan." Ajak Yuta dengan berani.

Terkadang nyali Yuta memang sudah tidak terbatas. Melanggar peraturan sekolah saja berani, apalagi melawan Gojo yang bahkan bukan siapa-siapa?

Bahkan Yuta sampai berani membawa nama pengadilan sebab Gojo. Inumaki sangat salut kepada temannya itu. Beberapa minggu yang lalu melawan putranya dan sekarang melawan ayahnya.

Yuta patut di berikan tepuk tangan yang kencang.

Cukup, Gojo sudah tidak tahan dengan omong kosong ini. Mereka mengulur waktunya dengan hal yang tidak berguna ini. Gojo mengepal erat tangannya untuk bersiap menghajar anak berumur 17 tahun itu.

"Kurang ajar kau—"

Tangan Gojo terdiam, di tahan oleh tangan orang lain. Gojo menoleh ke sampingnya, melihat pria berambut kuning dengan tatapan marah sedang menatap dirinya.

Nanami menahan tangan Gojo tepat waktu, lalu mencengkeramnya kencang hingga Gojo terpaksa menghempaskan tangannya sendiri.

Buk!

Tanpa aba-aba, Nanami langsung memukul wajah Gojo dengan kencang dan cepat tanpa Gojo bisa sempat menghindar terlebih dahulu. Gojo bahkan sampai terhempas ke kanan akibat pukulan Nanami.

Jika Gojo sudah berani lancang seperti itu, berarti dia siap untuk berurusan dengan orang seperti Nanami. Sifat mereka memang tidak jauh beda, sama-sama keras dengan cara yang berbeda.

"Kau lancang Gojo." Ucapnya.

Geto datang bersama Nanami, pria itu langsung berlari ke arah Shoko yang sedang menangis ketakutan. Ia tidak terima istrinya di perlakukan kasar seperti itu oleh Gojo.

"Kau keterlaluan Gojo!" Seru Geto sambil memeluk Shoko.

Gojo mengusap pelan pipinya yang nyeri itu lalu menatap Nanami yang ada di depannya. Memang dia terlalu agresif, membuat keributan di rumah sakit bahkan hampir memukul Shoko.

Why?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang