16

4.3K 566 16
                                        

Senja melihat wajah Barry. Bibir itu tidak berhenti tersenyum sejak tadi di pesta anak teman Barry, Reza. Senja bahkan heran, biasanya wajah Barry itu selalu menunjukan tampang serius dan jarang sekali tersenyum. Senja akui, senyum suaminya itu memang manis.

Sebagai wanita Senja sangat suka dengan senyum suaminya itu sudah pasti, tapi melihat suaminya selalu tersenyum sekarang jujur saja Senja merasa curiga. Apa karena ada Anna disini?

Wanita itu memang sejak di pesta tadi mencoba selalu nempel bersama mereka. Tetapi Barry tidak pernah melepaskan Senja barang sedikitpun. Senja akan selalu dirangkul atau sekedar dipegang tangannya oleh Barry. Ya Senja seharusnya tidak memikirkan pikiran negative itu tapi ia tetap wanita biasa. Menghilangkan pikiran buruk tidak semudah itu.

Sekarang mereka berapa di tempat kopi milik kakak Rizwan. Kakak Rizwan, Bagas adalah kepala desa di kampung mereka.

Bergabung dengan teman-teman Barry lumayan menyenangkan. Mereka bisa menerima Senja dengan baik juga mengikut sertakan Senja masuk ke dalam obrolan mereka. meskipun Senja tau, sejak awal tatapan Anna tidak suka padanya.

Jujur saja Senja juga tidak menyukai wanita itu. Anna selalu saja mencari perhatian Barry. Membuat Senja sedikit terganggu, tapi ia tidak mungkin mengatakannya itu sama saja merusak suasana.

Rizwan melihat pegawainya kesulitan. Ada pelanggan dari negara asing ingin membeli kopi di gerai kakaknya. Jelas saja, pegawainya tidak mungkin mahir Bahasa Inggris.

Rizwan menghampirinya dan sama sekali tidak bisa membantu. Ia lalu Kembali ke mejanya.

"Eh Anna, lo katanya bisa Inggris? Tolong dong itu ada pembeli bule, gue nggak bisa." Ucap Rizwan, "Lo kan katanya sempet belajar pasti bisa dong."

"Ogah gue bantuin lo! Mau bayar gue berapa?" jawab Anna judes.

"Yee, katanya demen sama abang gue! Disuruh begini aja ogah." Ucap Rizwan, "Aduh, gimana ya? Senja bisa bantu nggak?"

Senja melihat kearah barry dan laki-laki itu juga melihat kearahnya, "Kamu bisa?"

"Bisa sih harusnya. Aku ke sana sebentar ya?"

Setelah itu Senja menghampiri bule tersebut dan membantunya memesan pesanan. Membuat yang lain terdiam kagum. Pasalnya, Senja berbicara dengan fasih bahkan beberapa kali bule tersebut tertawa dan Senja juga.

"Gila!! Hebat baget bini lo, Bar."

Barry tersenyum kecil, melihat Senja yang fasih dan sopan membantu orang asing tersebut jujur saja Barry bangga. Semakin kesini ia merasa memang istrinya itu banyak kelebihan. "Jelas, istri siapa dulu." Ucap Barry sombong.

Senja mendekat kearah Barry setelah bule tersebut pergi, "Dia ngomong apa sih tadi?" tanya Rizwan.

Senja tersenyum, "Robert Cuma minta kopinya tanpa gula dan es batunya tidak terlalu banyak. Dia butuh kopi karena lagi nyetir jauh. Tujuannya ke Bali."

Yang lain berdecak kagum dan bertepuk tangan, "Hebat banget!" ucap salah seorang teman Barry.

"Beruntung lo, Bar." Yang lain menambahkan

"Emangnya kaya si Anna tuh! Ngomong doang jago, dimintain tolong kicep." Suara Rizwan terdengar kesal.

"Emang gue nggak mau bantu lo, kenapa?" ucap Anna, "Lagian lo nggak sepenting itu untuk gue bantu."

Rizwan hanya bisa menggelengkan kepala. Manusia memang susah ditebak. Dalam hati untung sekali Barry tidak bersama Anna dan ia juga berdoa agar Bagas tidak terjerat dengan Anna juga.

Barisan Senja [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang