Waktu bergulir dengan cepat. Senja sendiri tidak menyangka dirinya sudah hidup berdampingan dengan Barry sudah sebulan lebih. Senja akui, hubungannya dengan Barry akhir-akhir ini justru memburuk.
Terakhir setelah Anna datang meminjam mobil, entah mengapa ada rasa kesal yang Senja rasakan. Apalagi ditambah Senja tau jika Barry masih mengupahkan Bi Laksmi untuk membersihkan rumahnya.
Bukan, bukan cemburu. Senja hanya merasa Barry begitu sayang pada Anna sedangkan Anna sendiri meninggalkan Barry begitu saja dan menolak lamaran Barry.
Kenapa juga Barry masih harus baik dengan wanita yang jelas-jelas sudah menyakiti Barry? Kenapa juga Barry harus meminjamkan mobilnya pada Anna?
Senja juga sadar, ternyata dirinya tidak memiliki nomor ponsel Barry. Yang lebih buat kesalnya adalah Senja tidak memiliki nomor Barry dan ia harus menggunakan ponsel Anna.
Sebenarnya Senja juga tidak mengerti dimana korelasi semua itu. Tetapi, semakin Senja memikirkan itu semakin juga emosi Senja meledak-ledak.
"Aku mau ke kota. Mau ikut?" tanya Barry.
"Nggak."
"Kenapa?"
Senja melihat sinis Barry, "Ngapain ikut ke kota?"
"Nggak mau beli sesuatu?"
Senja menggeleng, "Nggak ada uang."
"Saya ada."
"Nggak."
Barry melihat Senja dengan seksama. Beberapa hari setelah kejadian Anna meminjam mobil memang membuat Senja jadi berubah.
Senja tidak mengajaknya ngobrol lebih dulu, jika ditanya oleh Barry pun Senja hanya menjawab seadanya. Barry bingung sebenarnya Senja kenapa?
"Yaudah, kalau gitu saya pergi dulu."
Setelah itu Barry pergi meninggalkan Senja. Membuat Senja berdumel kecil. Bi Laksmi yang melihat itu hanya tersenyum saja.
Bagi Bi Laksmi kehadiran Senja itu memiliki andil besar dalam kehidupan Barry. Setidaknya Barry tidak menikah dengan Anna. Anna tidak sebaik itu dan sepantas itu untuk bersanding dengan Barry yang baik dan bertanggung jawab.
"Permisi!" suara wanita terdengar dari depan pintu.
Bi Laksmi dan Senja langsung keluar rumah.
"Lo, Bu Narti? Barry baru saja keluar." Ucap Bi Laksmi.
Senja diam saja tidak tau siapa wanita di depannya.
"Ini siapa?"
Bi Laksmi diam, ia seakan tidak mengerti situasi ini. Bagaimana mungkin ibu Barry tidak mengenal mantunya sendiri kan?
"Senja, bu."
Narti sendiri langsung masuk ke dalam rumah anaknya. Ia sudah menahan-nahan beberapa lama untuk tidak datang ke sini. Ketika ia mendengar Barry menikah tiba-tiba membuatnya kesal. Bagaimana mungkin anaknya menikah tanpa ia tau? Ditambah Narti tidak suka dengan pacar Barry itu, tetapi katanya bukan itu wanitanya.
Bi Laksmi langsung pamit pulang ketika ia merasa kehadirannya tidak dibutuhkan lagi.
Senja langsung mengambilkan minum untuk tamunya itu. Senja masih tidak tau siapa wanita yang jutek datang ke rumah Barry.
"Ini, Bu." Ucap Senja sambil menaruh minum di meja, "Diminum dulu."
"Kamu istri Barry?"
Senja hanya mengangguk kecil, "Ibu sendiri dengan siapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Barisan Senja [TAMAT]
RomanceSenja membenci bapaknya, dari dulu hingga sekarang bapaknya selalu menjadi alasan atas kesedihannya. Belum cukupkah Senja menderita ketika harus mendapat caci, maki dan samsak ketika ayahnya marah? Sekarang Senja bahkan harus menjadi jaminan dan m...
![Barisan Senja [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/321309847-64-k456602.jpg)