chapter 42

418 28 0
                                        

Dikediaman ma pha.
..

"Sini keponakan ma "ajak ma kepada Che dan Macau.

Entah kenapa hari ini Che dan Macau Sangatlah merindukan kakak nya yang sudah menikah hampir 3 bulan mereka tidak bertemu lagi.

Bahkan phi nya tidak pernah menelfon mereka walaupun sekali saja.

"Kenapa muka keponakan ma sedih?" Ucap ma

"Aku rindu phi Porsche"jawab Che sedih.

"Aku juga rindu phi Vegas"

" Oo jadi ini alasannya muka kalian seperti ini baiklah ma tidak mau melihat keponakan ma seperti ini jadi ma putuskan untuk main ke rumah kakak kalian, apa kalian mau?"

"MAU MAU "ceria mereka berdua.

.

.

"Aku ingin kerumah adik mertua ku" ucap tahkhun

"Pasti kau rindu kan?"

" Tak aku tak rindu dengan nya aku malah ingin membunuh mereka membakar mereka dengan sesadis sadis nya
Aku akan mencongkel matanya begoo kau !
Tentu saja aku rindu dengan nya apa lagi dengan adik mertua ku" lantang tahkhun

"Apa kau rindu bokong nya?"

Tahkhun yang sedang minum tersedak oleh air yang diminum nya
Bagaimana dia tau?
Ya jujurlyy sebenarnya aku rindu dengan nya tapi yang paling utama bagiku iyalah melihat bokong nya

"Tid-tidak aku memang merindukan nya saja" remeh tahkhun

" Ya benerr"

" Sudah diam hentikan " ucap tahkhun malu malau

"Sekarang?" Bebal Pete

," 190 tahun lagi , ya sekarang lah ya ampun Gusti" ucap tahkhun sambil
Memegang kepalanya lalu memutar mutar kepalanya,(tetap slayy 💅)

.
.

"Dimana kinn dan Vegas?"

Aku menjelajahi setiap sudut rumah untuk mencari kinves (kinn Vegas)
Tetapi tidak ada sudah beberapa kali aku mencoba bertanya tetapi mereka tidak menjawab ku malahan menyuruh ku untuk kembali ke kamar

"Ini bukan kamar tapi ini penjara" batin Porsche

Apa aku keluar saja?

Karena ku bosan jadi aku ingin melihat lihat taman yang selalu ia lihat dari atas gedungnya sepertinya bagus sekali

Saat Porsche kesana memang benar ini sangat bagus seperti taman surgawi lengkap dengan pepohonan hijau bunga bermacam-macam dan ada kolam ikan

Kenapa tidak ada kucing?

Apa kinn alergi terhadap bulu kucing?

Pas sekali saat ini aku melihat pol jadi langsung ku hampiri de

"Pol pol" teriak ku memangil

" Ehh nyonya sedang apa disini apa tuan kinn membolehkan?"

" Tidak dia sedang pergi a,aku hanya bosan bagaimana jika kita main? Ya sepertinya itu ide yang baik"Banga Porsche.

"Main kita mau main apa?" Tanya pol

" Hemmmm bagaimana jika kita buat mahkota dari daun dan bunga?"

" Ok "

Beberapa menit kemudian..

Pol yang melihat Porsche berlari seperti anak kecil itu tersenyum kepada Porsche

"Jangan cepat nanti jat..

" Kyaaaa" teriak Porsche.

Buk

Porsche terjatuh pol sudah ketar ketir duluan jika mengetahui bahwa istrinya terluka saat bermain dengan pol pasti dia akan dibunuh .

Eh?

Tidak lama kemudian Porsche berdiri kembali sambil tersenyum malu kepada pol

" Ini " ucap Porsche memberi mahkota milik nya kepada pol

" Waw nyonya memiliki bakat ini sangat lah bagus"

Saat di puji puji hidung mancung Porsche mengembang ngembang

" Ini punyaku" ujar pol mengasih mahkota yang dia buat

"Ini juga baguss"

Sepertinya Mereka sangat asik bermain sampai sampai mengabaikan mobil yang mengelakson di depan pagar rumahnya.

Tin
Tin!

"Siapa itu ayo pol kita lihat" ajak Porsche

"Hem ayo".

.
.

.

.

Bersambung..

NC rame
Chapter biasa ngk fyp

Iyaaaakk

Kinvepors (Kinnvegasporsche)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang