Arabella Raina Alesya Ambrose merupakan seorang gadis yang memiliki kelebihan. Seorang gadis bertubuh gemuk dan berkulit kuning langsat. Tapi, apakah itu wujud asli dari seorang Ara?
Ara memiliki sebuah cermin ajaib yang ternyata terdapat seorang l...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hening
Mereka masih tidak percaya jika ia termasuk kelas bawah. Para penonton perempuan hanya menahan tawa menyaksikan hal itu.
“PFFT… HAHAHAHA" Salah seorang perempuan yang berada di kursi paling pojok tak bisa menahan tawanya. Hingga ia malu sendiri karena semua pandangan tertuju padanya.
Beda halnya dengan Ara ia menunduk. Apa ia tidak pantas? Apakah benar ia orang terpilih? Tapi mana?
Tiba-tiba, Ara merasakan sakit pada punggungnya. Ia meraba punggungnya, mencoba mencari tahu apakah ada benda tajam yang menusuk punggungnya.
“AAARRRGGGHHH" teriakan Ara membuat fokus penonton kembali padanya. Alfanzy mencoba menenangkan Ara. Tapi semakin Ara mencoba tenang, maka semakin sakit yang ia rasakan.
“Hei lihat! Punggungnya mengeluarkan sayap! Tapi kok?! KOK BEDA WARNA?!”
“Gila, ini keren sih.”
Ara ternyata mengeluarkan sayap besar berbeda warna, uniknya yang sebelah kanan mengeluarkan warna pelangi sedangkan sebelah kiri berwarna putih bercampur hitam.
Tentu semua orang terkejut akan hal itu. Ara yang melihat wajah para penonton seperti itu penasaran dengan perubahannya. Sang MC yang mengerti pun memberi kode pada anak buahnya untuk menempatkan cermin di hadapan Ara.
“Itu siapa?” tanya Ara dengan suara pelan pada dirinya sendiri.
“Wow menakjubkan,”
“Neng Ara… mau dong jadi pacarnya!”
“Auranya kok beda gitu ya?”
“Wow, kalem dong guys. Selamat untuk Ara ia akan masuk kelas atas,” ujar MC.
“Seharusnya bukan begini. Ara seharusnya bisa mengontrol dirinya. Peramal itu yang mengatakannya.” Alandra bingung dengan perubahan yang terjadi pada Ara sekaligus terpesona dengan perubahannya.
“Kamu begitu cantik Ra, bagaimana bisa aku melupakan perasaan ini terhadapmu. Bahkan ketika kamu tumbuh dewasa saja semakin ingin ku memiliki dirimu,” batin Alandra.
Di pojok ruangan aula terdapat seorang lelaki dengan aurayang pekat namu tersamarkan menatap Ara lekat, “Kamu hanya milikku seorang. Tunggu waktu yang pas permaisuriku, maka aku akan memilikimu seutuhnya.” ujarnya dengan suara baritonnya. Lantas ia menghilang tanpa seorang pun tahu akan keberadaannya.