Arabella Raina Alesya Ambrose merupakan seorang gadis yang memiliki kelebihan. Seorang gadis bertubuh gemuk dan berkulit kuning langsat. Tapi, apakah itu wujud asli dari seorang Ara?
Ara memiliki sebuah cermin ajaib yang ternyata terdapat seorang l...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Putri Abelia telah membunuh orang-orang kepercayaannya, alias sahabat dan kekasihnya. Akibat dari hal itu, Putri Abelia dijatuhkan hukuman mati. Banyak bangsawan yang protes akibat kematian putri dari kerajaan angin dan putra dari kerajaan api sehingga mereka ingin Putri Abelia merasakan hal yang sama, yaitu kematian. Mata dibayar dengan mata, darah dibayar dengan darah, tentu saja nyawa dibalas dengan nyawa. Kalian mengerti maksud ibu,”
“Bukankah wajar jika Putri Abelia dendam akan pengkhianatan tersebut? Pengkhianat akan selalu berkhianat kan bu?” celetuk salah seorang lelaki berkacamata dengan wajah dinginnya. Ia memiliki rambut berwarna hitam bercampur biru.
“Benar, ibu setuju denganmu. Tapi dengan cara membunuh adalah hal yang salah. Bukankah itu adalah suatu dosa yang akan kita tanggung seumur hidup kita hingga mati pun akan selalu kita tanggung dari dosa tersebut.” Balas bu Rifa.
“Benar bu!” sahut murid-murid serentak.
“Bu, apa memiliki jiwa sebanyak itu akan berpengaruh pada rambut yang dimiliki oleh seseorang?” pertanyaan dari Ara mengundang tanda tanya besar dari yang lain.
“Pertanyaan yang bagus, menurut sejarah kenyataannya seperti itu. Kita lihat saja bagaimana tahun ini.” Balas bu Rifa dengan seringaiannya.
“Apa maksud ibu?” tanya salah seorang gadis berpakaian ketat, Belina.
“Konon, akan ada orang pengganti Putri Abelia di sekolah kita tahun ini.”
“Wah benarkah?! Pasti aku yang kepilih" ujar Belina berdiri dari tempat duduknya dengan percaya diri.
“Dih, paling kepilih jadi tukang sapu.” Balas yang lain. Sontak yang lain menertawai kepercayaan diri Belina.
“Ishh… awas ya!” Belina pun kembali duduk di kursinya.