23. Bertemu dengan Kembaran?

13 7 0
                                        

“Oh ya nama lu siapa?” tanya lelaki itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


“Oh ya nama lu siapa?” tanya lelaki itu.

“Kasih tau gak ya? Tadikan aku udah perkenalan diri di atas panggung, dia budek kali ya,” pikir Ara.

“He! Gua gak budek ya, cuman gua tadi ketiduran pas lu kenalin diri, bangun-bangun udah ada wujud ular aja di panggung.”

“Loh kok? Kamu bisa baca pikiran aku?”

“Iya, kenapa emang?”

“Berarti kalau gitu… Apa namamu Aarash Rain Alex Ambrose?”

“Hmm ya,” raut muka Aarash mulai mendingin.

“Pasti dia bakalan ganjen,” pikir Aarash.

“Jangan geer dong jadi orang, lagian ya… mana ada adiknya suka sama kakaknya sendiri.” Ujarnya dalam pikirannya. Kini mereka saling tatap, begitu dalam dan ada kerinduan dari salah satunya.

“Ka—kamu Ara?” sahut Aarash dalam pikirannya.

“Iya, Arabella Raina Alesya Ambrose. Adik kandungmu yang selama ini menghilang,”

Aarash langsung memeluk adik kembarnya itu. Pantas saja tadi ketika ia melihat Ara, dirinya merasa tertarik sehingga ia mengurungkan niatnya untuk pergi ke kelas.

“Kamu ngapain bolak-balik terus Ra?” tanya Aarash masih menggunakan telepatinya setelah menguraikan pelukan mereka.

“Anu kak, aku buta arah.”

“Hah, bisa-bisanya ku punya adik kayak kamu.”

“Ishh yaudah, gak usah ledekin aku. Cepat anterin aku ke kelas.” Ara menampilkan raut muka kesal pada kakaknya.

“Iya-iya sabar dong, dasar bawel.”

“Bodo amat,”

“Dih.”

Percakapan mereka tak usai sampai situ, mereka terus beradu mulut hingga sampai di kelas. Yang di mana ternyata kakak beradik itu sekelas.






—‐—‐—‐—TBC —‐—‐—‐—

Next gak?

Jangan lupa bintangnya.

PiovereTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang