Semakin hari kondisi Alana semakin membaik, namun Alana tak kunjung membuka matanya. Setelah kejadian lalu, penjagaan ruang inap Alana semakin di perketat. Hanya keluarga dan beberapa orang yang orang tua Alana kenal.
Hubungan kedua orang tua Alana dengan Fraza, tidak mengalami peningkatan maupun penurunan. Aluna beberapa kali sering menghampiri Fraza untuk meminta maaf dan mengajaknya untuk pulang kerumah mereka. Tapi itu semua di tolak oleh Fraza. Entah apa yang membuat Fraza selalu menolak mereka.
Hari ini Aluna dan Arya kembali menghampiri Fraza membujukknya supaya mau ikut bersama mereka.
"Altezza..."
"Please...ikut kami pulang ya nak, maafin kami.." Aluna membujuk Fraza dengan wajah memelas.
Di pandangnya perempuan di hadapanya, alias sang Ibu kandung "Maaf saya ga bisa ikut kalian, saya orang miskin...bukan orang berkelas dan berharga seperti kalian."
Aluna kaget mendengar penuturan sang anak, jadi apakah ini alasan putranya tidak mau ikut dengannya? Padahal Aluna tidak pernah menyinggung hal itu, Fraza anaknya mana mungkin Aluna membedakan kasta seperti itu.
"Hey...kamu anak kami, kenapa kamu berbicara seperti itu? Kamu berharga untuk kami, terutama untuk adik kamu Alana."
"Dia sangat menyayangi mu dia bahkan sampai depresi karena kehilanganmu, namun sayang ingatan tentang dirimu tiba-tiba saja hilang karena kecelakaan yang dia alami. Hal itu membuat kami harus merahasiakan tentang kamu dari nya, supaya Alana tidak kembali depresi dan kembali ceria seperti dulu."
Apakah benar Alana sangat menyanyangi nya? Dan sangat menunggu kembali kehadirannya dalam hidup Alana? Ah rasanya sangat terharu mendengarnya. Selama ini Fraza tidak pernah tau bagaimana rasanya di sayangi, di cintai, dan ditunggu selalu kehadirannya.
"Apa bedanya jika saya kembali ikut dengan kalian,toh tidak ada yang berubah bukan?"
Aluna menggeleng "Semuanya akan Berubah, keluarga Rajendra akan kembali berwarna seperti dulu karena kehadiranmu. Dan ditambah dengan adikmu Daniel, Alana pasti senang memiliki adik." Fraza terdiam memikirkan perkataan Aluna.
Arya sejak tadi hanya diam menyimak obrolan antara istri dan sang Putra. Sepertinya sifat keras kepalanya itu benar-benar menurun pada anak-anaknya, Arya tau anaknya ini tidak akan berubah pikiran.
Pada akhirnya Arya membuka suara "Oke Papah sekarang ga akan maksa kamu lagi, terserah apa pun keputusan kamu kami akan menerimanya."
"Pah! Jangan gitu!" Aluna menatap tajam sang suami, bagaimana bisa suaminya itu berbicara seenak jidatnya seperti itu. Susah-susah Aluna membujuk supaya anaknya ikut, eh malah pria itu mengatakan hal seperti itu.
Fraza terdiam mendengar ucapan sang Ayah yang padahal sejak tadi hanya diam menyimak tidak mengeluarkan suara.
"Kalo kamu memilih untuk tidak ikut tinggal bersama dengan kami, maka silahkan saja. Tapi Daniel, adik kamu akan tetap tinggal bersama kami baik denganmu maupun tidak!" Ucap Arya tegas.
Menatap tajam sang Ayah yang baru saja mengatakan hal itu, apa-apaan beliau ini. Bagaimana bisa adiknya tinggal dengan mereka, Fraza tidak terima keputusan itu.
"Tidak bisa seperti itu! Dia adik saya, kalian tidak punyak hak atasnya" ucap Fraza marah.
Lihat lah apa yang di katakan tadi, anaknya itu memang keras kepala dan pemarah sama seperti Arya dulu saat remaja.
"Ikut kami atau tidak sama sekali! Tidak ada tawaran dan penolakan Altezza Ayres Selavina Rajendra!" ucap Arya tegas, tak terbantahkan.
Fraza diam sejenak mendengar ucapan sang Ayah yang tidak terbantahkan. Huft! Rasanya Fraza tidak mampu menolaknya, berbeda ketika Aluna yang memohonnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
KENALA
Teen FictionIni kisah tentang Alana yang mempunyai penyakit jantung sejak kecil,dimana dia harus mencintai seseorang yang bahkan sama sekali gak menganggap keberadaan nya.Padahal mereka sudah kenal dan berteman selama bertaun taun,bagaimana jika yang di maksud...