Ini kisah tentang Alana yang mempunyai penyakit jantung sejak kecil,dimana dia harus mencintai seseorang yang bahkan sama sekali gak menganggap keberadaan nya.Padahal mereka sudah kenal dan berteman selama bertaun taun,bagaimana jika yang di maksud...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah bekerja Fraza berniat akan mampir ke Rumah Sakit untuk mengunjungi Alana, rencananya kali ini Fraza akan membawa Daniel bersamanya. Hari ini juga rencananya Fraza dan Daniel akan pindah ke kediaman keluarga Rajendra.
Fraza tidak mengatakan apapun saat dia dirumah Johan mengemasi barang barang mereka. Rasanya Fraza tak perlu pamit dengan mereka, toh tinggal disana pun mereka hanya menempati kamar bekas gudang dan itu tidak layak untuk dijadikan sebagai kamar tidur.
Usai merapihkan barang-barangnya diloker, Fraza segera menghampiri Daniel yang sedang asik menggambar di temani oleh rekan kerjanya.
"Terima kasih ya udah mau jagain adik saya" ucap Fraza.
"Yaelah Za santai aja kali, yaudah kalo gitu gue balik dulu ya kedalem" pamit teman Fraza.
Fraza mengelus kepala Daniel membuat Daniel mendongak menatap Fraza "Kenapa kak? kita udah mau pulang ya?" Tanya Daniel sedikit tidak rela karena jika sudah dirumah pasti Daniel tidak akan bisa menggambar karena akan disuruh suruh oleh Erna maupun Johan.
"Iya..besok lagi ya gambarnya, Kakak mau bawa kamu ke suatu tempat pasti kamu senang" ucap Fraza dengan senyum. Mendengar hal itu yang tadinya Daniel murung seketika langsung berbinar mendengar kalau dirinya akan di ajak kesuatu tempat, setidaknya sebelum mereka kembali kerumah neraka.
"Asikkkk oke aku rapihin dulu" dengan cepat Daniel merapihkan alat menggambarnya.
"Pelan-pelan Daniel... kakak tunggu."
Keduanya pun berjalan bersama keluar dari tempat Fraza bekerja. Daniel dengan semangat menggenggam tangan sang Kakak.
*****
Setelah turun dari taksi online yang mereka naiki, Daniel di buat heran karena mereka berhenti dirumah sakit. Untuk apa mereka disini? Siapa yang sakit? Apakah sang Kakak sakit?itu lah yang ada di benak Daniel.
"Kak kok kita kesini?" tanya Daniel,lantaran bocah itu bingung.
"Kita mau ketemu seseorang,kamu pasti suka" mendengar hal itu membuat Daniel merasa penasaran.
Keduanya beriringan berjalan menuju ruang inap Alana. Seperti biasa didepan kamar Alana ada 2 bodyguard yang menjaga, Arya tidak mau mengambil resiko.
Begitu masuk kedalam terlihat Alana sedang memakan buah yang sudah di kupas Aluna. Keduanya menengok ke arah Fraza dan tersenyum senang.
"Eh sayang sinii kamu udah dateng ya ajak Daniel.." Aluna menyuruh Fraza untuk menghampirinya ,lantas keduanya pun menghampiri Aluna.
"Haloo..kamu pasti Daniel yaa adik manis nya Kak Fraza"sapa Aluna Ramah.
Daniel terlihat bersembunyi dibalik lengan Fraza lantaran ia malu dan juga talut bertemu dengan orang asing. Melihat Daniel yang mengumpat malu-malu membuat Aluna terkekeh pelan.
"Sayangg Mama ga jahat kok...sini Daniel sama mama" Aluna berusaha membujuk Daniel.
Daniel bingung dengan sebutan Mama?siapa Mama nya? Bukan kah ibunya sudah meninggal?