Kiss?

124 15 0
                                    

"Nama saya.....eumm..ga tau" ucap Alana, sambil menggelengkan pelan kepalanya.

Dokter sudah menduga pasti kemungkinan besar Alana akan mengalami Amnesia.

"Apa kamu ingat siapa kedua orang tua kamu?"

Lagi,Alana menggeleng "Engga."

Dokter tersenyum ia memakluminya karena ini semua pasti akan terjadi.

"Baiklah kalau gitu mari kita perkenalan ulang" Dokter menyuruh agar Arya dan Aluna mendekat ke Alana.

Kenalkan mereka adalah Tuan Arya dan Nyonya Aluna, mereka adalah Papah dan Mamah kamu. Alana memandangi kedua orang itu menelisik lebih dalam.

"Mamah? Papah?"

Aluna dan Arya tersenyum saat Alana memanggil mereka, rasanya seperti mendengar pertama kali Alana kecil bisa mengatakan Mamah dan Papah.

"Iya sayang ini Mamah dan Papah nak..." Aluna tersenyum haru.

******

Setelah mendengar kabar Alana telah terbangun dari tidur panjangnya, semua orang pun bergantian mengunjungi Alana. Mereka sempat terkejut ketika Alana tidak mengenali mereka saat menjenguk Alana dirumah sakit. Kedua orang tua Alana pun memberitahu kalau Alana mengalami Amnesia.

Hari ini giliran Lala yang menjenguk sahabatnya itu, rasanya deg-deg an ingin bertemu Alana. Lala tidak percaya jika sahabatnya itu akhirnya bisa bangun dari tidur panjangnya. Bukannya tidak senang kala mendengar Alana sadar, tapi Lala tidak percaya saja jika sahabatnya berhasil melalui masa sulit yang hampir merenggut nyawanya.

Ditanganyya Lala membawa buah-buahan dan cake chocolate kesukaan Alana. Sampai di depan pintu ruang perawatan Alana, ia berhenti sejenak lalu menarik napas dan menghembuskannya. Lala nerveous bertemu Alana setelah kurang lebih dari satu bulan tidak bertemu. Sebelumnya Lala sudah diberi tahu kalau Alana mengalami Amnesia jadi mungki tidak bisa mengenali Lala.

'Tok..tok..tok..'

Lala mengetuk pintu ruangan Alana, perlahan Lala membuka pintu dan terlihat ada Alana yang sedang duduk bersandar sambil menonton TV.

Melihat ada yang masuk, Alana menoleh ke arah pintu. Dilihatnya seorang gadis sebaya denganya datang dengan beberapa kantong belanja.

"Cari siapa ya?" tanya Alana begitu Lala sampai dihadapannya.

Lala terdiam kaku sesaat,walau sudah tahu hal ini akan terjadi tapi rasanya Lala masih tidak percaya.

"Hai.." Lala menyapa Alana.

"E-eh hai"

Lala meletakan buah-buahan dan cake nya di meja. Ia menarik kursi dan duduk di samping branjar Alana.

"Kenalin gue Camila biasa di panggil Lala, gue ini sahabat dari kecil" Lala mengulurkan tangannya sambil memperkenalkam dirinya pada Alana.

Alana menjabat uluran tangan Lala "G-gue Alana" suasannya menurut Alana sedikit awkward.

Lala tersenyum "Gue tau kok lo Alana,sahabat terbaik gue."

Alana menunduk ia jadi merasa bersalah tidak mengingat gadis dihadapannya ini, bagaimana bisa seorang sahabat melupakan sahabatnya sendiri. Sahabat macam apa itu, dasar Alana.

"Sorry, gue ga inget sama lo" ucap Alana dengan nada menyesal.

"Gapapa kok..yang penting lo udah bangun dari tidur panjang lo, gue udah seneng banget."

KENALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang