Tak terduga

149 23 3
                                    

Sekecil apapun rahasia yang disembunyikan dari ku, tetap saja aku kecewa.
.
.
.
.
-A

Hari minggu. Jadwalnya Alana untuk check up. Kali ini Alana pergi sendiri tanpa di temani kedua orang tuanya atau pun Ken. Sengaja Alana ingin pergi sendiri sekalian ia ingin berkonsultasi tentang beberapa mimpi yang sempat ia alami beberapa hari lalu.

Alana bersiap kerumah sakit. Setelah selesai Alana turun ke bawah dan sarapan bersama kedua orang tuanya. Alana meminum susu coklat kesukaanya, lalu mengambil roti dengan sesai coklat.

"Kamu yakin mau pergi sendiri?" tanya Arya, Papah Alana.

Alana mengangguk, ia menelan roti yang ada di mulutnya "Heem aku sendiri aja" jawab Alana.

"Ga mau di anter Ken aja Lan?Biar Mamah yabg telpon Ken" kali ini Aluna,Mamah Alana yang bertanya.

"Ck! Pah Mah aku yakin seratus persen mau pergi sendiri okeyy jadi jangan tanya-tanya lagi" ucap Alana.

"Tapi Lan kamu-..."

"Stop!" Alana memotong ucapan Aluna,tidak sopan memang seharusnya. "Mamahku yang cantik jelitaaa aku gapapa serius sendiri, aku berani kok jadi ga perlu khawatir okeyy" ucap Alana lalu ia menghabiskan susu coklatnya.

Karena sudah selesai sarapan Alana pamit pada orang tuanya untuk pergi check up ke rumah sakit. Alana tidak antar pleh supir nya ia memilih naik taksi online saja. Alana takut merepotkan supirnya jika harus menunggu lama.

Sampai di rumah sakit Alana langsung saja menuju ruang Dokter Arif, Dokter pribadinya. Sampai di ruang Dokter Arif ternyata tidak ada orang, ia tidak melihat tanda-tanda adanya Dokter Arif disana. Alana keluar ruangan Dokter Arif dan bertanya pada resepsionis kemanakah Dokter Arif.

"Permisi mbak.."

"Iya ada yang bisa kami bantu?" tanya Resepsionis.

"Eumm saya mau tanya Dokter Arif kemana ya?di ruanganya tadi saya lihat ga ada."

"Oh Dokter Arif"

"Dokter Arif sedang menangani Operasi darurat mbak,kalau boleh tau ada apa ya mbak mencari Dokter Arif. Apa sudah buat janji?"

"Udah kok..hari ini jadwal saya check up dengan beliau, saya salah satu pasien nya."

"Kalau gitu silahkan mbak tunggu diruanganya saja, kurang lebih 15 menit lagi Dokter Arif akan selesai mengoperasi pasien darurat tadi."

"Oke makasih mbak."

"Sama-sama."

Alana kembali keruangan Dokter Arif, sembari menunggu Dokter Arif. Alana memainkan ponselnya ia mengscroll beranda instagramnya dan me-like foto - foto di berandanya itu.

Tak Lama Dokter Arif masuk ke dalam Ruanganya "Maaf Ya Lan lama" ucap Dokter Arif.

Alana memasukkan ponselnya kedalam tasnya "Santai aja Om kaya sama siapa aja" Dokter Arif terkekeh.

"Okee sini biar Om periksa tensi dan lain-lain nya"

Alana berbaring di brankar dan Dokter Arif memeriksa keadaan Alana. Ia juga menensi tekanan darah Alana juga. Selesai diperiksa Alana kembali duduk di kursi depan meja Dokter Arif.

"Apa kamu ngerasa capek akhir-akhir ini?" tanya Dokter Arif.

"Ga juga sih Om aku sih ngerasa baik-baik aja" jawab Alana.

"Sering sakit atau kambuh gitu hatung kamu?"

"Beberapa hari yang lalu sih aku sempet kaya tiba-tiba pusing gitu om terus mual lemes gitu"

KENALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang