Masa Lalu

131 12 6
                                        

Seorang dokter yang menggunakan masker, berjalan masuk keruangan tempat Alana berada. Ruang inap itu sepi tidak ada siapa pun menjaga Alana. Dokter tersebut menyuntikkan sesuatu ke dalam cairan infus Alana. Setelah itu Dokter tersebut pergi meninggalkan ruang inap Alana.

Baru saja keluar Dokter tersebut terkejut dengan kedatangan suster yang menyapanya. "Pagi Dok" sapa suster tersebut. "Iya pagi sus" balas sang Dokter. Lalu berlalu meninggalkan suster di depan ruang inap Alana.

Suster tersebut datang untuk mengganti infusan Alana, dan sekalian memeriksa keadaan Alana.
Baru saja masuk kedalam, suster di kejutkan dengan kondisi Alana yang mengalami kejang dan detak jantungnya tidak beraturan.

Lalu suster langsung menekan tombol code blue bertanda pasien mengalami kondisi kritis dan butuh pertolongan. Tak lama kemudian Dokter pun datang dan langsung melakukan tindakan kepada Alana. Menyuntikkan sesuatu pada Alana lalu tiba-tiba EGK berbunyi nyaring menampakkan garis lurus.

"Suntikkan ephinephrine"

"Suster siapkah defibrilliator"

Alana mengalami henti jantung, lalu dokter melakukan CPR selagi suster menyiapkan defibrilliator.

"Charge to 150 joules"

"150 joules"

"Clear!"

"Naikkan"

"200 joules, clear"

Tidak ada tanda-tanda Alana kembali.

"Charge to 250 joules"

"250 joules clear!"

"Sekali lagi"

"250 joules, clear!

"Pasien telah kembali dok" lapor suster

Dokter Arif menghela nafas lega, hampir saja mereka kehilangan Alana. Dokter Arif mendekat ke Alana lalu membisikkan sesuatu.

"Good Job Alana, terima kasih telah kembali" lalu Dokter Arif bertanya pada suster apa yang terjadi.

"Kenapa bisa Alana sampai seperti ini?"

"Tadi saya hendak mengganti infus pasien, lalu saya bertemu dengan seorang Dokter yang menggunakan masker. Saya pikir tadinya itu adalah Dokter yang Dokter Arif suruh untuk memeriksa keadaan Pasien. Begitu saya masuk pasien sudah mengalami kejang, dan saya menemukan ini Dok" suster mengeluarkan tutup jarum yang biasa ada pada jarum suntik.

"Saya rasa Dokter tadi adalah orang yang menyamar dan ingin mencelakai pasien."

Sial! Arif merasa kecolongan, kenapa pula tidak ada yang menjaga ruangan Alana. Kemana mereka semua! Arif tidak ingin perjuangan nya sia-sia begitu saja pada Alana.

"Baiklah kalau gitu suster tolong panggilkan security untuk berjaga di depan ruangan ini sampai keluarganya datang." Setelah mengatakan itu Dokter Arif langsung keluar dari ruangan itu.

*****

Seorang pria berjalan memasuki rumah sakit, menelusuri lorong rumah sakit. Mencari ruangan seseorang yang ingin ia besuk. Sampai di depan pintu ruangan yang ia tuju, namun dirinya tidak bisa masuk kedalam. Badanya kaku untuk membuka pintu, tidak punya keberanian untuk membuka pintu ruangan tersebut.

Di pandanginya seseorang yang menggunakan pakaian rumah sakit sedang tertidur dengan tangan yang tertancap jarum infus. Pria itu ingin sekali menghampirinya tapi lagi lagi dirinya tidak punya keberanian. Dia malu untuk menghampiri orang tersebut, dah hanya mampu memandangya dari kaca pintu ruangan itu.

"Get well soon, cantik" setelah mengatakan itu pria tersebut langsung meninggalkan ruangan itu. Ada security yang datang dan berjaga di depan ruangan inap itu.

KENALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang