New mengerjapkan matanya, menatap wajah Tay yang kini sedang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Tadi New sempat kehilangan tenaganya saat membaca sebuah cuitan dari seseorang yang paling New takuti saat ini.
Yoursco.
"Bisakah aku melepasmu? Sepertinya kau baik-baik saja," ucap Tay.
New yang mendengar itu pun langsung menggeleng. Sekarang ia butuh perlindungan dari seorang penguntit yang sepertinya terus mengawasinya hingga saat ini.
"Aw, kaki aku lemas. Tangan aku gak bisa gerak, perut aku sakit—"
"Berhentilah mengarang." Tay langsung melepaskan tangannya dari tubuh New.
Bughh.
New langsung terjatuh di lantai lift karna Tay melepasnya begitu saja.
"Hei!!!!" Bentak New.
Tay yang melihat itu pun tersenyum dan memilih mengalihkan pandangannya kembali ke depan. Tay cukup malas meladeni New.
"Argh! Nyebelin banget sih!" New mengusap kedua tangannya dengan kesal.
"Gimana kalau aku patah tulang atau saraf di tulang ekorku terjepit?! Apa kau akan bertanggung jawab?!" Maki New.
Tay hanya diam. Tay tau jika membalas ucapan New hanya akan menambah masalah saja.
New yang tidak mendapatkan jawaban pun menggerakkan pinggulnya dengan kesal dan berdiri.
New berjalan ke depan Tay dan menatap Tay sangat tajam.
"Kau memang psikopat ternyata ya? Apa kau tidak punya empati, simpati dan rasa belas kasihan sama sekali dengan tetanggamu? Aku tadi jatuh!"
"Tadi aku sudah menahan tubuhmu," balas Tay dengan santainya.
"Tapi setelah itu kau membuangku!"
"Itu salahmu, aku sudah bertanya untuk melepaskan tubuhmu—"
"Dan aku belum mengijinkan kau untuk melepaskanku!"
"Tapi seharusnya kau sudah bersiap-siap," balas Tay.
"Tay!"
Tay yang mendengar itu pun terdiam dan menatap New cukup tajam.
"Kau terus mencari pembelaan disaat kau salah. Setidaknya meminta maaflah!" Ucap New dengan kesal.
"Darimana kau tau namaku?" Tanya Tay.
"Itu tidak penting, sekarang minta maaflah!"
Ting.
Pintu lift akhirnya terbuka.
Tay yang melihat itu pun menghela nafasnya panjang dan mendekatkan wajahnya ke telinga New hingga membuat nafas New tercekat karna kaget dan gugup.
"Lain kali jangan menyebut namaku sembarangan. Setidaknya panggil lah dengan sopan." Tay menjauhkan wajahnya dari New dan langsung berjalan keluar.
New menelan salivanya dengan berat.
"Apa-apaan itu?!" New mengusap telinganya dengan kesal karna tadi ia bisa merasakan hangatnya nafas Tay.
New menggelengkan kepalanya dan akhirnya mendapatkan kesadarannya kembali.
"Sial. Tay!!!! Tay!!"
New berjalan dengan cepat untuk menyusul Tay.
"Hei, urusan kita belum selesai ya! Kau belum meminta maaf!" New menatap Tay dengan wajah cemberutnya.
"Dan kau belum berterimakasih," balas Tay.

KAMU SEDANG MEMBACA
Just Mine | End✓
Fanfiction⚠️ BOYSLOVE ⚠️ TAYNEW💙⚠️🔞21+⚠️ Tentang seorang artis papan atas bernama Newwie yang memiliki seorang penguntit, seseorang yang begitu terobsesi padanya hingga membuat New memohon Tay untuk menjadi bodyguard nya. Buku ke-13 (tiga belas) Start : 12...