⚠️ BOYSLOVE ⚠️ TAYNEW💙⚠️🔞21+⚠️
Tentang seorang artis papan atas bernama Newwie yang memiliki seorang penguntit, seseorang yang begitu terobsesi padanya hingga membuat New memohon Tay untuk menjadi bodyguard nya.
Buku ke-13 (tiga belas)
Start : 12...
New meminum susu hangat buatan Tay dengan gugup tanpa berani menoleh ke arah Tay.
Setelah kejadian tadi, New hanya menundukkan kepalanya karna malu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagaimana tidak malu? Tadi New mencium Tay lebih dulu. Tadi dirinya lah yang memancing Tay hingga Tay menciumnya dengan sangat liar. Dan bodohnya New, tidak menghindar saat ia diberikan kesempatan untuk menghindar.
Sekarang New menanggung rasa malu itu. New tidak berani menatap Tay. Rasa bibir Tay masih terasa jelas di bibir New hingga membuat pikiran New masih melayang jauh. Jika sekarang New menatap Tay, maka New tidak tau apa yang akan terjadi nantinya. New yakin dirinya akan lupa segalanya lagi nanti, apalagi Tay.
Tay adalah bodyguard nya. Untuk ke depannya, New akan banyak berinteraksi dengan Tay. Tapi kini ia membuat semuanya terasa canggung. New bingung harus berbuat apa sekarang.
Berbeda dengan New yang sejak tadi malu dan salah tingkah, kini Tay duduk di depan New dan terus menatap ke arah New dengan senyuman di wajahnya.
Melihat New yang sedang malu-malu seperti ini membuat Tay merasa gemas.
Sebenarnya tadi Tay cukup kaget dengan apa yang New lakukan. Tay tak menyangka jika New akan menciumnya lebih dulu.
Tay sudah mencoba menahan dirinya sejak lama. Tapi New meruntuhkan segala pondasi yang Tay bangun. Dan kini Tay takkan bisa menahannya lagi.
Bahkan detik ini, Tay ingin mendorong New ke tembok dan menyesap bibir kenyal New itu.
Tubuh Tay masih panas sejak tadi, juniornya di bawah sana juga masih mengeras. Tay tak tahu kapan ia akan kehilangan kendalinya lagi.
Tay menghela nafasnya panjang, "apa kau sudah selesai makan?"
New mengerjap dan meletakkan gelasnya yang masih terisi setengah gelas susu.
"S-sudah."
Tay mengangguk, "ayo kita turun. Oh ya, kita harus memberitahu Off juga tentang kejadian semalam."
New mengangguk setuju tanpa menoleh ke arah Tay.
Tay tersenyum tipis, lalu berdiri dari kursinya.
New yang melihat itu pun ikut berdiri dari kursinya dan berjalan menyusul Tay.
"Handphone mu ada di apartemen?"
New yang berjalan di samping Tay mengangguk, "ya, aku meninggalkan nya di apartemen. Haruskah kita menyuruh petugas keamanan untuk mengambilkannya?"
"Tidak perlu. Aku akan mengambilnya untukmu."
"Tapi—"
Tay menghentikan langkahnya di depan pintu apartemennya.
"Penguntit itu pasti sudah pergi. Tidak mungkin dia bermalam disana. Aku akan membawa pisau atau pistol? Kau tenang saja."
New menghela nafasnya panjang dan akhirnya mengangguk setuju.