"Tinggallah bersamaku, New." Tay menatap New dengan lekat-lekat.
Ya, Tay menginginkan ini. Tay sangat ingin New tinggal bersamanya sehingga ia bisa terus merasakan keberadaan New.
Saat ini Tay tak bisa lagi mengendalikan dirinya. Tay seperti sudah kecanduan dengan New hingga tak bisa lepas dari New.
New harus tinggal bersamanya.
"Kak Tay, itu— Aaghhh.." New kembali menutup matanya saat Tay kini memainkan ibu jarinya di puting New.
Tay tersenyum dan menunduk, menyesap bibir New singkat.
"Aku akan menjagamu dengan baik, New."
"A-aghhh.. Kak Tayhh.." New berusaha mendorong tubuh Tay karna tak kuasa menahan getaran tubuhnya. Tay terus saja membelai dada New hingga membuat New kewalahan.
Tay mengecup leher New singkat.
"Mphhh—"
"New.. bisakah kau tinggal bersamaku?"
New membuka mata dengan tubuhnya yang sudah gemetar hebat.
"Kak Tay.. aku—"
"Aku?"
New menurunkan tangan Tay dari dadanya.
"Maaf kak, aku tidak bisa. Aku tidak mau menyusahkan kak Tay—"
"Kau tidak menyusahkan ku sama sekali—"
"Kakak susah karna aku. Tadi saja kak Tay harus masak sangat banyak."
"New—"
"Terimakasih atas tawaran kak Tay, tapi aku tidak apa-apa tinggal sendiri."
"Bagaimana jika penguntit itu datang?" Tay menatap New dengan kesal.
"Aku tinggal berteriak dan berlari ke apartemen kak Tay," jawab New dengan polosnya.
"New—"
New tersenyum, "aku baik-baik aja kak. Jangan khawatir."
Ya, New memilih untuk menolak tawaran Tay karna ia tak enak hati. New merasa cukup menyusahkan Tay tadi di apartemen Tay. Bukan hanya itu, New juga merasa tak ingin tinggal di tempat yang sama dengan Tay. New takut jika ia akan kesulitan mengendalikan dirinya nanti. Bahkan disini saja, di tempat kerja yang merupakan tempat ramai, baik dirinya maupun Tay tidak bisa mengendalikan diri. Bagaimana jika itu di apartemen Tay? Tempat yang sepi, hanya ada mereka berdua disana?
New memilih untuk tidak mengambil resiko itu meskipun ia sangat ingin bersama Tay.
Sebenarnya New takut dengan penguntit itu. Tapi lebih baik begini untuk saat ini. Toh, penguntit itu tidak melakukan hal yang buruk. Penguntit itu hanya bermain-main dengannya.
Tay menunduk, mengecup bibir New singkat, "apa kau benar-benar tidak ingin tinggal bersamaku?"
New yang tadi menutup matanya saat Tay menciumnya pun perlahan membuka matanya kembali.
"Ya.." jawab New dengan yakin.
"New, lo udah selesai ganti baju? Kita lanjut ke photoshoot selanjutnya."
Suara Off dari luar ruang ganti membuat New menoleh dengan panik.
"Ya, sudah!" Jawab New.
"Kak Tay, aku harus pergi dulu." New langsung berlari keluar sambil mengancingkan kemejanya.
Tay mengepalkan tangannya dengan kuat dan akhirnya berjalan menyusul New.
***

KAMU SEDANG MEMBACA
Just Mine | End✓
Fanfiction⚠️ BOYSLOVE ⚠️ TAYNEW💙⚠️🔞21+⚠️ Tentang seorang artis papan atas bernama Newwie yang memiliki seorang penguntit, seseorang yang begitu terobsesi padanya hingga membuat New memohon Tay untuk menjadi bodyguard nya. Buku ke-13 (tiga belas) Start : 12...