⚠️ BOYSLOVE ⚠️ TAYNEW💙⚠️🔞21+⚠️
Tentang seorang artis papan atas bernama Newwie yang memiliki seorang penguntit, seseorang yang begitu terobsesi padanya hingga membuat New memohon Tay untuk menjadi bodyguard nya.
Buku ke-13 (tiga belas)
Start : 12...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
New melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap jalanan melalui jendela mobilnya.
Akhirnya New kembali ke negaranya setelah melakukan fanmeeting diberbagai negara yang begitu melelahkan.
Ada sedikit rasa syukur yang kini New rasakan karna ia mengetahui jika ada laki-laki itu saat di fanmeeting terakhirnya, jadi New bisa langsung bersembunyi sekarang.
Jika New menyadari laki-laki itu datang sejak hari pertama fanmeeting nya, New tak bisa bayangkan betapa takutnya ia selama fanmeeting.
New menutup matanya, ia berusaha menghapus bayangan laki-laki itu dari kepalanya.
Namun sayang, semakin New coba untuk lupa, bayangan laki-laki itu semakin muncul dan menakuti New.
Sial.
New memaki dirinya dalam hati.
Semua ini berawal dari lima bulan yang lalu.
### flashback ##
"New, kita dapet penawaran nih dari Pak Jeffry."
"Penawaran? Penawaran apa? Pak Jeffry kan sutradara."
"Iya emang sutradara, menurut lo penawaran apa yang bisa dikasih seorang sutradara??"
New yang sedang asik memakan cemilan pun menoleh ke arah Off.
"Film? Drama?"
"Yap!!!!! Bener banget! Tapi gue tolak aja ya? Lo kan gak bisa akting—"
"TERIMA!!!! TERIMA AJA!!!!" New langsung meletakkan camilannya di atas meja dengan panik.
"Hah? Lo kan gak bisa akting—"
"Bisa! Gue bisa!!!!" Mata New berbinar dengan senyuman mengembang di wajahnya.
Off memicingkan matanya, "kenapa lo semangat banget main film?"
New berdeham dan kembali memakan cemilannya, "karna dia pak Jeffry."
"Trus??"
"Lo lupa kalau semua film dam drama yang dia garap gak pernah gagal??? Orang-orang susah loh dapet penawaran dari pak Jeffry. Banyak yang casting berkali-kali tapi gagal. Ini gue dapet penawaran langsung! Gila aja kalau gue tolak kesempatan emas ini!"
"Iya sih, tapi lo lupa dia sutradara film dan drama apa?"
New kembali berdeham sembari mengunyah camilannya.
"Tau kok. BL kan?"
"Nah itu dia. Selain karna Lo gak bisa akting, lo harus main sama cowok. Makanya gue mau nolak penawarannya. Lo kan gak pernah ciuman—"
"Trus kenapa kalau gak pernah ciuman?!!" New menatap Off tajam.
"Ya takutnya nanti lo gak pro aja di dramanya. Lawan lo laki, pasti pada jago ciuman—"