Oh! BAD- 23

7.9K 575 0
                                        

Belum habis masalah Aldi, telah datang masalah baru. Devan baru saja dipanggil ke ruang pembina OSIS, membicarakan tentang dua anggota dari dua organisasi sekolah yang bertengkar siang tadi pada jam istirahat pertama.

Sebenarnya bukan hanya Devan yang dipanggil ke sini, ada Inti OSIS juga inti MPK yang lain juga di sini.

"Jadi, masalah kalian berdua ini apa?" Kalau bukan karena tengah di hadapan para pembina OSIS, Devan mungkin akan memarahi habis-habisan dua gadis ini.

"Dinda, gue minta penjelasan Lo dulu," ujar Devan kembali.

"Nih cewek tiba-tiba datang ke gue dan langsung aja mancing-mancing emosi gue, Van. Dia bilang MPK gak guna, sok berkuasa. Ya gue panas lah," ujar Adinda.

Devan saling pandang dengan para Inti MPK-OSIS, lalu mengalihkan pandangannya kepada Vina. "Jadi, Vina. Gimana penjelasan Lo tentang ini?"

"Gue rasa Inti OSIS bisa jelasin dengan sejelas-jelasnya masalah ini," ujar Vina membuat Devan mengernyit bingung lalu menatap ke-enam orang di sana.

"Dar, bisa jelasin? Kenapa gue gak tau?" Ki, Ren, Lo tahu masalah ini?" Pertanyaan Devan dibalas gelengan oleh Zaki dan Rendi. Ketiganya sama-sama menatap ke arah inti OSIS meminta penjelasan.

Gabriel menghela napas lalu berusaha menjelaskan sedetail-detailnya.

"Tanpa mengurangi rasa hormat gue sama Lo Van, sama inti MPK yang lain juga, dan para Pembina. Gue akan berusaha ngejelasin masalah ini. Tadi pagi, Inti OSIS dipanggil sama Pembina, bareng Vina juga selaku Ketua OSIS bidang Keagamaan.

Kami di sana dimarahi habis-habisan karena dianggap tidak becus dalam menjalankan tugas karena Pembina selama ini hanya melihat setiap ada acara keagamaan, atau memungut infak, sumbangan ke dalam kelas, yang bekerja hanya anggota MPK, dan hanya segelintir OSIS yang terlihat. Itupun bukan OSIS di bidang agama.

Setelah dari ruang pembina, kami selaku Inti OSIS memanggil semua anggota OSIS keagamaan. Dan di sana terungkap bahwa mereka semua tidak mempunyai hubungan yang cukup baik dengan anggota MPK yang selama ini mengerjakan tugas dari OSIS keagamaan. Dan nama Adinda juga ikut terseret karena masalah ini."

"Vina, mungkin Lo bisa jelasin sisanya," ujar Gabriel sebagai penutup.

"Ini sebenarnya masalah internal, di mana anggota MPK rombongan si Dinda ini selalu bertindak layaknya superior, mereka selalu sok berkuasa. Padahal bukan tugas mereka sebagai MPK, tapi mereka selalu ngambil tugas OSIS. Semua anggota OSIS tahu ini, kami selalu ngerasa bahwa MPK tidak membiarkan kami bekerja. Din, seenggaknya kalo mau kerja, jadi OSIS, jangan jadi MPK.

Saking maunya Lo kerja, Lo jadi bikin kita semua kena marah sama pembina karena jelas-jelas awalnya ini semua karena Lo yang udah manjain anggota Lo itu. Di mana sikap bijaksana Lo sebagai Inti MPK hah?!" Vina sepertinya benar-benar kesal sekali dengan Sekretaris MPK itu.

Devan menatap Adinda tajam. "Bener itu, Dinda?"

Adinda berdecak. "Tapi niat kita baik, bantuin—"

Devan berdiri. "Itu pekerjaan OSIS. Atas nama pekerjaan OSIS, jangan sampai MPK ikut campur, begitupun sebaliknya. Itu kesepakatan damai MPK-OSIS dua tahun yang lalu. Dua tahun yang lalu masalahnya juga kayak gini, dan kenapa Lo bisa bertindak gegabah Dinda?" Devan hampir saja kelepasan berbicara kalau Zaki tidak menariknya untuk duduk kembali.

"Lo tahu, gue sendiri berusaha bikin MPK-OSIS damai tanpa ada perpecahan, karena gue tau tanggung jawab gue apa dan posisi gue ada di mana. Gue gak pernah ikut campur urusan Dara atau Gabriel, begitupun Dara dan Gabriel. Sampai selama masa kepemimpinan gue, gak ada masalah antara MPK-OSIS. Tapi sekarang malah anggota Inti gue sendiri yang ngehancurin usaha gue." Devan meninju meja tempatnya duduk.

Oh! BAD!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang