Acara pertunangan di Minang sebenarnya tidak berbeda dengan acara pertunangan kebanyakan, sama-sama bertukar cincin. Hanya saja di Minang, semuanya dilakukan secara adat.
Minangkabau adalah salah satu suku yang masih mempertahankan adatnya dengan sangat baik, semua hal dilakukan berdasarkan adat di sini. Hukum adat masih sangat kental.
Salah satu suku yang menganut Matrilineal, yaitu sesuai dengan garis keturunan Ibu. Di Minang, wanita lebih tinggi posisinya dari pada laki-laki.
Pagi ini akan diadakan acara pertunangan antara Gabriel dan Meka. Rumah Meka yang semulanya bernuansa putih, sekarang penuh dengan warna merah dan kuning khas Minang. Tidak terlalu kental, karena ini hasil kolaborasi ketujuh sahabat itu, nuansa modern tanpa meninggalkan unsur Minang terealisasikan dengan sempurna di tempat ini.
Gabriel sendiri telah datang dua hari yang lalu bersama Robert. Ketika datang, Robert langsung saja diserbu oleh semua orang karena menghindari pekerjaannya. Tapi pemuda itu berdalih ingin mengantarkan Gabriel hingga selamat sampai tujuan.
Kedelapan orang itu telah siap dengan batik couple mereka, batik yang dibuat ketika pernikahan Kakak dari Sammy dahulu.
"Keknya baju-nya Sammy kekecilan deh," ujar Bayu yang langsung saja diberikan pukulan oleh Sammy.
Acara pertunangan Gabriel dan Meka berjalan dengan cukup lancar, kedua pasangan itu tampak berbahagia.
"Sekarang tinggal tanggal nikahnya aja nih," rayu Robert yang membuat semua orang di sana terkekeh.
"Kapan nih El, itu anak orang gak baik Lo anggurin lama-lama tau," tambah Bayu.
"Ingat El, anak gue udah mau satu," timpal Rendi.
"Itu mah bukan El-nya yang kelamaan nikah, tapi lo-nya yang kebelet nikah," ejek Bayu.
"Mending gue udah nikah, lah Lo? Paling gak gandengan lah," balas Rendi.
Semuanya hanya terkekeh memaklumi.
"Jadi kapan Kak Gabriel, ngahalalin temen gue? Ntar gue suruh teman kampusnya jodohin dia lagi nih," ujar Si Pendek membuat Gabriel melotot.
"Jangan dong Pendek, udah susah-susah gini lho. Kalian semua tenang aja, tahun depan gue bakalan ke sini lagi sama orang tua gue buat ngambil calon ibu anak-anak gue," ucapan Gabriel tersebut langsung saja dibalas seruan menggoda dari semua orang.
"Gila ya El, baru kena angin Inggris sebentar eh ternyata udah lumayan lentur kayak karet, gak kaku kayak kanebo kering lagi," ujar Bayu.
"Yaudah guys, gimana kalau nanti sore kita jalan-jalan bareng calon pengantin? Ke pantai Carocok!" ujar Andri yang dibalas seruan senang kedelapan orang di sana.
"Yee naik pisang-pisang gue!" Tentu kalian tahu siapa yang baru saja bersuara.
★★★
Kaca mata hitam, dengan pakaian pantai yang telah dikenakan oleh satu rombongan itu. Semuanya kecuali Andri dan Meka benar-benar terpaku dengan tulisan 'CAROCOK PAINAN' yang sangat besar di depan mereka.
Sammy bahkan tidak bisa berkata-kata lagi ketika melihat deretan makanan-makanan yang dijual di sepanjang tempat ini, oh astaga lihatlah sekarang Sammy sedang melihat isi dompetnya.
Lain dengan Sammy, Bayu sekarang tengah melihat permainan yang dimainkan oleh anak-anak di sana, pasti sangat menyenangkan.
"Ah gue mau jadi anak kecil lagi," ujar Bayu kecewa.
Rendi menatap pemuda itu horror. "Sadar Bay, anak gue udah mau lahir."
Bayu hanya berdecak kesal menanggapi ucapan dari Rendi, semenjak istrinya hamil pemuda itu semakin menyombongkan bahwa sebentar lagi ia akan menjadi hot Daddy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oh! BAD!
Fiksi Remaja"Nih anak bikin masalah mulu, lama-lama gue rantai juga lo." "Rantainya di ranjang tapi." "Astagfirullah itu mulutnya ukhti!" "Sama kakak doang kok mulutnya begini." Bagaimana tidak naik darah jika mempunyai kekasih seajaib Arily? Tapi lebih ajai...
