VOTE KOMENNYA DULU DONG ( ꈍᴗꈍ)
Typo tolong koreksi yay okeyy!!
HAPPY READING
“Val, lo kok cabut gitu aja sih? Padahal udah gue siapin bahan lain, lo main cabut gitu aja. Gue belom puas ngerjain si cupu, Val!” ucap Amora setelah berhasil menyusul Valerie. Dia mengambil duduk di sebelah gadis itu, matanya menyipit kala mendengar ringisan Valerie. Gadis itu juga nampak menunduk sembari memijat pelipisnya pelan.
“Val, are u okay?” Amora meraih pundak Valerie. Memaksa Valerie untuk duduk tegak, setelahnya tercengang kala melihat wajah gadis itu yang pucat pasi.
“Val, lo sakit?” Amora seketika panik. Tadi pagi Valerie masih baik-baik saja, kenapa sekarang mendadak sakit begini.
“Ayo ke rumah sakit.” ajak Amora hendak membantu Valerie bangun, namun urung karena gadis itu menggeleng.
“Mor, kenapa?” Jessamine yang baru datang bertanya pada Amora. Dia ikut menatap Valerie yang saat ini tubuhnya sudah disanggah oleh Amora. Karena gadis itu yang sudah terlihat lemas.
Amora menggeleng tidak tau.
Jessamine mengerjap. Dia mengarahkan telapak tangannya menempel pada dahi Valerie. “astaga panas banget. UKS, Mor.”
“Ah, kelamaan! Langsung RS aja.”
Jessamine melirik Amora, kepalanya mengangguk saja.
Kini Jessamine sudah mengambil posisi di sebelah kanan Valerie, sementara Amora di sebelah kirinya-- menyangga tubuh gadis itu dan membantunya berjalan.
“VALERIE!!”
“Shaka...” Valerie sangat hafal dengan suara yang meneriaki namanya barusan. Berusaha melawan rasa sakit di kepalanya, Valerie menoleh. Matanya sayunya menatap sosok Shaka yang berjalan menghampirinya.
Valerie mengulas senyum. Dia kira Shaka memang sengaja ingin menemuinya. Tapi, saat sadar raut wajah Shaka yang tidak bersahabat juga... Acha-- gadis yang baru beberapa menit dia rundung itu terlihat ketakutan terlebih saat Shaka menyeretnya menuju Valerie.
“Shaka... kenapa?” tanya Valerie lebih dulu saat kedua orang itu sudah berada di depannya. Dia melirik Acha yang kontan membuat gadis itu semakin menunduk ketakutan.
Sadar akan hal itu, Shaka semakin erat memegang pergelangan tangan Acha, menariknya sedikit ke belakang, berusaha menyembunyikan Acha di balik punggungnya yang sukses membuat tatapan Valerie kian dingin, terlebih saat sadar bahwa jaket Shaka tersampir di pundak Acha. Menutupi seragam gadis itu yang basah.
“Lo apain Acha?” tanya Shaka dengan nada rendah. Tapi Valerie tau cowok itu tengah mati-matian menahan emosinya sekarang.
“Gue? Gue gak ngapa-ngapain.” Valerie menegakkan tubuhnya, dagunya terangkat, mencoba untuk tidak terlihat lemah.
“Gue tanya sekali lagi, lo apain Acha?!”
Alis Valerie menukik. Jika boleh jujur dia cukup terintimidasi oleh tatapan tajam Shaka, tapi Valerie coba untuk bersikap biasa saja, seolah tidak terpengaruh. Maka dari itu, Valerie mencetak senyum sinis, kepala sedikit miring ke samping, menatap pada Acha yang meringkuk dibalik punggung cowok itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's me, Another Jessamine
FantasyKisah seorang Jasmine Putri Naysha yang terperangkap dalam tubuh figuran novel yang lemah bernama Jessamine Auriel Sabrina Soedarsono.
