11

45K 3.6K 361
                                        

PART INI DIBUAT SAAT TUGAS KUISKU BELOM KELAR PADAHAL DEADLINE MEPET HUHU (*nangis bombay)

JADI KALO ADA TYPO TOLONG KOREKSI YAA TEMAN-TEMAN^^ DAN DUKUNGAN NY JG DENGAN VOTE DAN KOMEN CERITA INI YUKK :)))

DAH AH GT AJA BABAAYYYY AND 

HAPPY READING !!!


Jessamine hampir ingin banting stir, putar balik saat melihat gerombolan cowok berpakaian serba hitam lengkap dengan jaket kebanggaan mereka yang berlambangkan burung elang-- tengah berkumpul di depan markas Eagles. Dia mengernyit sambil menutup kedua telinga saat orang-orang itu malah sibuk menderukan kendaraan kuda besi yang mereka tunggaki layaknya orang ingin balap liar. Sadar mereka adalah anggota Eagles, Jessamine turun dari mobilnya. Dia menatap galak orang-orang itu sambil berkacak pinggang. Jangan bilang mereka mau tawuran lagi? Baru satu hari di skors, mereka sudah mau berbuat masalah lagi? Tuman!

"Gak ada kapok-kapoknya ya lo semua?!"

Atensi Jessamine langsung menarik perhatian seluruh Eagles. Jay bahkan langsung mematikan mesin motornya, menatap gadis itu sambil bersiul. "jangan galak-galak, Je. Ntar cantiknya ilang." ucap Jay menggoda.

Jessamine berdecih geli. Mengibas rambutnya, gadis itu balas menatap Jay sombong. "sorry, tapi gue emang udah cantik dari dulu." balasnya yang sontak menimbulkan gelak tawa seluruh anggota Eagles.

"Cantik sih.. tapi sayang bukang yayang gue."

Andro--- yang duduk di jok belakang motor Jay tergelak. Cowok itu terbahak sambil memukul kepala Jay yang terpasang helm berkali-kali. 

"Bangsat! bahasa lo jamet banget."

"Sakit bego!" Jay menoleh balas memukul bahu Andro kencang.

"Ikut gak, Je?" sang empu-- Jessamine menoleh pada Jax. Satu matanya menyipit, kedua tangan menyilang, dia balas ogah-ogahan. Gila apa ya dia diajak tawuran? Well, Jessamine masih waras.

"Hiii, siapa juga yang mau ikut ta--- eh!" fokusnya langsung teralih. Jessamine tersentak kala kunci mobil yang berada ditangannya diambil paksa oleh seseorang. Dia menoleh, berniat menyemprot orang itu dengan kata-kata pedasnya namun urung saat tau sosok tersebut adalah Jeffran.

Setelah diambil paksa, Jeffran malah memberikan kunci mobilnya pada eum--- Jessamine tidak kenal tapi dia yakin cowok itu juga adalah salah satu anggota Eagles. Alis gadis itu terangkat, seolah tidak paham.

"Je!" Jessamine yang dipanggil menoleh lagi. Kali ini pada Gozy yang sudah tersenyum lebar nyaris seperti joker sambil memamerkan sebuah kunci dengan bandul burung phoenix padanya. Awalnya Jessamine tidak sadar, matanya menyipit seolah mempertajam penglihatan nya. Cukup kesal juga karena Gozy yang tidak bisa diam-- malah menggoyangkan kunci itu ke kanan dan kiri.

"Itukan..." Jessamine berpikir keras. Otaknya teringat peristiwa bersejarah di dalam hidupnya, mata Jessamine sontak melotot kaget.

Astaga! Itu kunci markas Phoenix. 

"Markas baru." seru Jay sumringah. Cowok itu seolah tau isi pikiran Jessamine. Dia malah menaik-turunkan alisnya lalu berhigh five dengan Andro.

"Caw gak kita?"

"Naik, Je." titah Jax menepuki jok belakangnya, karena jok belakang motor Jax lah yang terlihat kosong.

"Woi! Apa-apaan lo?! Kemaren Jeffran, sekarang lo juga ikut-ikutan. Dasar lo pada bibit-bibit pebinor!" sentak Jay tidak terima. Cowok itu bahkan dengan tega menyuruh Andro turun dan bertukar motor dengan Jax, yang tentu saja langsung ditolak mentah-mentah oleh si empu yang kini malah bergelayut manja-- memeluk pinggang Jay dari belakang.

It's me, Another JessamineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang