Hasil imajinasi saya sendiri✔
Atlas adalah pria berdarah dingin yang sangat terobsesi dengan setiap hal yang berbau darah. Bukan, dia bukan psycopath atau mafia. Dia hanya menyukai darah. Menurutnya warna darah itu sangat cantik dan aromanya begitu...
Hallo... Gimana kabar kalian readers? Ada yang kangen aku gak? hihii><
Sebelumnya, aku mau bilang maaf sebesar-besarnya buat kalian yang lagi nunggu cerita aku sampe lumutan mungkin ya...
Pertama aku mau ngejelasin alesan aku tiba-tiba ngilang tanpa ke pastian kayak doi:(
Oke abain, jadi begini readers aku gak bisa buka akun wattpad nya karena lupa email and lupa nama penggunanya dan password.
Kok bisa lupa email nya thor? Because, aku riset hp and ternyata lupa di cadangkan.
Tadinya aku mau klarifikasi di akun new, tapi aku pikir² kayak kurang srek gtu, kurang estetokk, bayangin tiap hari aku pantau terus akun wattpad nya serasa jadi stalker dadakan😭
Tapi tenang aja sekarang sudah aman, aku sudah back bestieeee semoga kalian tetap mau baca cerita ini sampe end😊
AT!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"atlas"
Atlas menoleh ke asal suara. Tangannya tiba-tiba mengepal erat, nafasnya memburu hingga membuat urat-urat di lehernya menonjol. Laki-laki itu marah, bagaimana tidak? Di depannya kini terdapat alena yang tengah berpegangan tangan dengan argus, catat sekali lagi dengan argus!
"Alena" atlas berdesis tajam, sungguh laki-laki itu tidak terima miliknya di sentuh oleh orang lain apalagi oleh laki-laki seperti argus. Ingat, sesuatu yang sudah dirinya klaim menjadi miliknya tidak boleh di sentuh oleh siapapun! Catat kalo perlu tebalkan.
Dengan amarah yang membuncah atlas berjalan ke arah alena, menyambar tangan gadis itu hingga terlepas dalam genggaman argus.
"Atlas!" Pekik alena terkejut. Sayangnya hal itu di hiraukan oleh atlas, laki-laki itu hanya diam tapi tidak dengan matanya yang menghunus tajam bagai pedang ke arah argus. Seolah sedang memberi peringatan lewat tatapannya tersebut.
"Gue tau lo kurang belaian, tapi jangan milik gue juga lo embat, kenapa gue ngerasa lo kayak pebinor heh?" Ucapannya memang pelan, tapi alena dan argus dapat mendengarnya.
"Atlas, apa-apaan l-"
"Shut up ale, gue gak lagi ngomong sama lo" atlas menggeram, laki-laki itu mencengkram erat pergelangan tangan alena hingga membuat gadis itu meringis.
"Lo nyakitin alena sialan!" Argus berkata dengan murka, laki-laki itu menarik kerah seragam atlas hingga keduanya saling menatap tajam, mungkin jika mata mereka terdapat laser, tubuh keduanya pasti sudah hangus tak terbentuk.
Atlas mendorong kasar tubuh argus dengan satu tangannya, tapi hal itu mampu membuat argus hampir terjatuh ke lantai. Laki-laki itu tersenyum sinis, "gak usah sok jadi pahlawan di saat lo aja masih tumbang hanya dengan satu dorongan"
Atlas berjalan mendekat ke arah argus, tentu saja tangannya masih menggenggam tangan alena. Laki-laki tersebut menepuk pundak argus dengan keras lalu mencengkram nya erat, tapi bibirnya tersenyum lebar, "dulu memang gue diem aja saat istri gue ngejar lo dan saat lo ngerendahin harga dirinya, tapi sekarang jangan harap, she is mine, gue gak akan pernah ngebiarin bajingan tengik kayak lo menarik perhatiannya lagi. Camkan itu musuh!" Bisik atlas.
Laki-laki dengan manik segelap malam itu melirik sedikit ke arah alin yang tampak bergeming di tempat, lalu berkata, "urus cewek lo noh, yang udah mirip kayak ulet bulu"
Setelahnya, laki-laki itu pergi membawa alena dengan sedikit menyeret gadis itu,
AT!
Bruk
Atlas mendorong alena di brankar UKS, ia menindih tubuh gadis itu yang tampak mulai ketakutan. Laki-laki itu membelai pipi gadisnya dengan pelan, terkekeh sinis saat melihat gadisnya mengeluarkan air mata, "si bajingan itu pasti udah ngecampurin obat penghilang ingatan pada makanan yang dia kasih ke lo kan?"
Atlas tertawa mengerikan, ia mengusap air mata alena dan mulai membelai seluruh wajah gadis itu, sampai tangannya terhenti pada bibir merah merekah milik sang gadis, "semua kenangan yang kita buat dari dulu musnah bagai angin, gimana caranya buat kenangan yang terus lo inget meskipun lo selalu hilang ingatan hm?"
Tubuh alena bergetar saat merasakan tangan kekar atlas mengelus perut nya, laki-laki itu tersenyum miring, "apa gue harus menanam benih di rahim lo, ale?"
"J,jangan" Alena berkata dengan lemah, gadis itu menatap manik hitam segelap malam milik atlas dengan sayu, memohon agar jangan melakukan hal yang berlebihan.
"Penolakan adalah perintah dalam kamus gue, dan itu juga berlaku buat istri gue" Atlas menyeringai, laki-laki itu mengambil remot lalu menekan tombol orange dan merah, seketika pintu UKS terdengar seperti terkunci dan semua jendela tertutup.
"Atlas!" Alena memberontak, gadis itu mencoba mendorong tubuh kekar atlas, tapi semuanya percuma karena tenaganya tak sebanding dengan tenaga atlas.
"Atlas gue mohon" dengan lemah alena memukul-mukul dada atlas, tapi sama sekali tidak ada respon dari laki-laki itu. Dia hanya menatap alena dengan seringaian keji nya.
"Gue benci sama lo at-mphhh!"
TRANSMIGRASI ATLAS! To be continue...
Maaf ya aku up nya kurang panjang, harusnya sih aku dari jauh-jauh hari bikin cerita biar nanti pas akunnya udah bisa ketemu tinggal di up semuanya, tapi karena aku liat komenan kalian yang kayak beda-beda aku jadi pusing mau bikin alurnya kayak gimana, tapi setelah aku pikir² aku akan tetap lanjut pake alur yang udah aku rancang dari awal, nanti seru tidak serunya menurut kalian itu kembali lagi pada diri sendiri:)
See you readers👋
Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati kalian🙏