Hasil imajinasi saya sendiri✔
Atlas adalah pria berdarah dingin yang sangat terobsesi dengan setiap hal yang berbau darah. Bukan, dia bukan psycopath atau mafia. Dia hanya menyukai darah. Menurutnya warna darah itu sangat cantik dan aromanya begitu...
Author lama ya update nya? Maafin ya readers wf author kemarin-kemarin tuh eror jadi gak bisa up, and author mungkin besoknya akan sedikit lambat up nya mengingat besok sekolah huhu apalagi author sekarang kelas 12, buat para readers semangat sekolah besok yaa... fighting!!!
AT!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ale jahat atlas gak like"
Alena terpekik gemas ketika melihat wajah atlas yang tampak imut. Bagaimana tidak? Manik hitam yang biasanya menatap tajam, kini tampak berkaca-kaca. Hidung mancungnya yang memerah, pipi yang di banjiri oleh air mata. Astaga alena akan pingsan sepertinya! Tolong siapa pun bantu alena untuk mengarungi ke imutan atlas.
"Kyaaaaa! Gak boleh! Ayo sini peluk lagi! Nanti di gondol kuntilanak huhu! gak ikhlas gua! Aaaaa imut nya" gemas alena menenggelamkan kembali wajah atlas ke ceruk leher nya.
Tok Tok Tok
"Diem di sini gak boleh kemana mana!" Ucap alena melotot garang kala melihat atlas akan bangkit. Pasrah, atlas kembali menenggelamkan wajahnya, memeluk alena dengan erat.
"Masuk" Intruksi alena.
Seorang maid masuk kedalam kamar. Ia tercengang kala melihat tuan muda nya tengah memeluk sang nona muda. Benar-benar pemandangan yang langka.
"Ngapain kamu ngeliatin suami saya kayak gitu! Kamu mau saya colok matanya!" Garang alena memeluk erat atlas, seolah atlas akan diambil.
Maid itu gelagapan."A,anu nona. Tadi tuan muda menyuruh saya untuk ke kamar anda" gugupnya menunduk takut.
"Bener itu?" Bisik alena kepada atlas, dan atlas mengangguk sebagai jawaban.
"Kamu pergi saja! Nanti saya panggil lagi!" Ketus alena dengan tak santai. Ia memanyunkan bibirnya kala maid itu sudah pergi."Atlas~" rengek alena menggigit pundak atlas.
"Sial!" Umpat atlas dalam hati.
Dengan wajah masam atlas mendongak melihat wajah alena yang cemberut dengan bibir yang mengerucut lucu. Astaga apa-apaan! Bibir itu! Ingin sekali ia menerkamnya.
"Kenapa ale?" Tanya atlas menatap lekat manik cokelat alena, yang mana dimata alena lelaki ini sangat menggemaskan.
Cup Cup
Atlas mematung saat merasakan benda kenyal nan lembut mengecup kedua kelopak matanya. Astaga, jantung atlas seperti lari maraton.
"Atlas pokoknya gak boleh genit sama cewek lain" peringat alena mata indah itu melotot garang.
Atlas mencebik."ale yang suka genit sama cowok lain, apalagi sama argus" Kesal nya menatap alena dengan wajah datar.
"Kok gitu" ucap alena tak terima, ia merasa mulai kesal kepada atlas."pokok nya atlas yang genit ya!" Seru nya, spontan ia bangkit dari tiduran nya.