Jean mematut dirinya di depan kaca jendela yang besar. Mengembangkan senyum berwibawanya sembari bergerak ke kanan dan kiri. Ia sudah rapih dengan kemeja putih, dan celana hitam panjang, juga jas almamater yang menutupi tubuh tegapnya. Sekarang masih jam tujuh pagi, acara akan di mulai satu jam lagi, dan semua anggota kelompok sudah siap berkumpul di Balai Desa.
"Ganteng ya gue, Ngab?" Tanya Aji begitu ikut mematut diri di depan kaca.
"Nanya sekali lagi, gue sumpel pake nametag!" Kata Calvin dari tempat duduknya. Tangannya memegang ponsel, sibuk mengecek notifikasi yang masuk.
"Nanti yang bener neh jadi panitia!" Pesan Jean pada dua temannya. Deg-degan juga dia karena acara ini mengundang orang-orang yang ternama di desa Kasmaran, juga membawa nama baik universitas.
"Heh, kumpul-kumpul. Mau briefing dulu." Gino datang dan menyuruh mereka untuk berkumpul ke tengah ruangan.
Calvin bergegas bangkit dari duduknya. Jean berjalan menyusul Gino. Aji juga langsung memastikan penampilannya oke sebelum beranjak dari sana.
Kaniya, Winda, Jiya, Ryuni, Yuna, dan Lia terlihat kompak dengan hijab hitam yang menutupi kepala mereka. Giselle, Ningning, dan Chaery juga terlihat cantik dengan masing-masing style rambut mereka. Semua berkumpul di tengah ruangan, merapat untuk mendengar arahan Marchel.
"Oke, udah jam segini, briefing-nya kita percepat aja ya?" kata Marchel.
Kalimat iya terdengar dari teman-temannya.
"Jadi nanti, kita berdiri di pintu masuk, sambut tamu undangan. Tunjukin senyum terbaik kalian, biarin gigi kering gapapa. Tunjukin kalau Mahasiswa Kwangya adalah mahasiswa yang ramah dan hangat. Sekali lagi, kita di desa orang, kesan pertama itu penting banget buat kita di terima sama masyarakat."
Secara otomatis yang mendengarkan langsung mengembangkan senyum mereka.
"Ryuni sama Chaery udah siap kan jadi MC?"
Yang lain menoleh pada dua nama yang di sebutkan tadi. Sedangkan yang namanya di sebutkan barusan, mengangguk dengan kertas rundown acara di tangan.
"Acara akan berakhir sebelum Zuhur, di jam sebelas siang. Nanti di akhir acara ada sesi foto bareng perangkat desa. Dan satu lagi, akan ada tamu spesial yaitu, Ibu Seohyun tercinta."
Mereka semua tersenyum ketika Marchel menyebutkan nama dosen pembimbing lapangan mereka yang cantik dan baik hati, akan datang ke acara pembukaan ini.
"Nah, sekarang kita langsung bersiap berdiri di depan pintu masuk. Yang mau minum, silahkan minum dulu. Jangan stress, Anggap aja ini things to have fun, Okey?"
Briefing berakhir di jam setengah delapan. Enam belas orang termasuk Marchel, bergegas berdiri di dekat pintu masuk. Beberapa tamu undangan sudah mulai berdatangan, tepat setelah mereka ambil posisi masing-masing.
Ryuni dan Chaery terlibat pembahasan mengenai tugas mereka sebagai pembawa acara. Lia dan Giselle juga mengobrol bersama Marchel dan Gino mengenai kepengurusan. Aji dan Rendi juga mengobrol berdua. Haidar mendekati mereka.
"Ckckck, rapih-rapih amat dah..." Kata Haidar sambil mengacak-ngacak rambut Aji yang sudah di sisir rapih. Yang punya rambut sampai teriak tertahan.
"Dar, elah!" Aji menepuk tangan Haidar, Kemudian kembali merapihkan rambutnya. Dia merasa rusak sudah penampilannya hari ini.
"Ganteng-ganteng palingan juga entar suruh angkat-angkat korsi. Yhaaa!" Ledek Haidar.
"Biarin seh," Kata Aji. Wajahnya cemberut. "Rambut gue jadi berantakan neh ah!" Sungutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
KKN Di Desa Kasmaran | NCT
Fanfiction"Duh, anjir ngapain sih gue ada di sini?" "Bisa ngga sih, kita sehari aja engga berantem?" "Gue suka sama lo." "Meski nanti KKN udah berakhir, Gue mau kita masih lanjut." "Jadian, kuy." Gimana jadinya kalau manusia receh, rame, savage, freak, julid...