18. Bertemu Rival

1K 103 10
                                    

Suasana posko KKN cukup riweuh hari ini. Marchel sampai agak kewalahan karena ada beberapa proker yang diminta Bu Seohyun untuk di percepat dan harus selesai dalam satu Minggu ini. Maklum, KKN tinggal dua Minggu-an lagi. Jadi dosen pembimbing lapangan meminta agar program kerja KKN cepat di selesaikan.

Untungnya ada Gino sebagai wakilnya yang selalu membantu, juga dua sekertarisnya yang cepat tanggap. Jadi Marchel sangat terbantu. Teman-teman yang lain juga nampak solid dan saling membantu menyelesaikan proker divisi, meski bukan divisi mereka.

Rendi menghampiri beberapa anak perempuan yang sedang mengerjakan laporan di saung.

"Sibuk banget. Emang apaan sih yang di kejar?" Canda Rendi dengan senyuman manisnya. Membuat salah satu perempuan di sana tersipu malu.

"Ehem, kayanya ada yang tiba-tiba melek nih." Jiya menyenggol lengan Ningning yang duduk di sampingnya.

"Seneng ya, Ning. Ada Rendi?" Tambah Chaery, terang-terangan. Jangan bayangin semerah apa wajah Ningning sekarang.

"Pasti lah. Kan gue orangnya positive vibes."

Rendi sih santai. Kan cuma bercanda. Ya jawabnya apa adanya. Lagian dia juga tahu nih cewek bertiga kan udah pada punya cowok masing-masing.

"Lagi pada bahas apaan?" Tanya Rendi lagi.

"Bahas masa depan bersama mu..." Kata Chaery. "Eaaa."

Ningning rolling eyes, males. Rendi cuma nyengir, bikin Ningning salah tingkah mulu.

"Gue ke sana dulu ya." Rendi hendak pergi dari sana.

"Eh, Ren. Temen gue ada yang suka merhatiin lo tau..." Kata Jiya cekikikan bersama Chaery.

"Sama dong," balas Rendi. Senyumnya mengembang lagi. Sukses membuat Ningning membeliakkan matanya.

"Serius, Ren?" Cecar Jiya. Mereka nyaris percaya.

"Iya," kata Rendi mengangguk. "Gue juga suka merhatiin diri gue sendiri."

Alis Rendi turun naik, tapi pundak ketiga gadis itu turun perlahan. Apalagi Ningning.

Setelahnya Rendi berbalik, berjalan menuju bangku taman depan kolam ikan. Menghampiri Jean.

"Aku teh ke sini karena ada A' Haidar atuh," Kata suara nyaring dari sudut halaman pokso. Gadis berkuncir kuda dengan rantang makanan di tangannya. Gadis berkepang dua menyikutnya agar tidak bicara lagi.

"Wahh, bagooos!" Kata Haidar, senang melihat ada gadis desa yang datang dan membawakan makanan. "Sering-sering ke sini ye!"

"Tapi aku teh sebel kalo ada ceweknya A' Haidar." Kata Gadis berkuncir kuda lagi.

Haidar tertawa. Paham banget dia yang di maksud ceweknya itu siapa. Ryuni lah. Ryuni kan sering banget kemana-mana bareng dia, sampai-sampai orang mikirnya mereka pacaran. Padahal kan belum. Eaa.

"Sekarang kan lagi engga ada," kata Haidar. "Kalian lamaan aja di sini. Tapi jangan ganggu yang di sono, entar di usir sama Marchel." Tambahnya dengan kerlingan mata kanannya.

Pelet Akang Bandung mulai keluar.

Si gadis berkuncir kuda tertawa, tapi si gadis berkepang masih celingukan mencari orang yang membuatnya datang kemari.

"Iya, 'A," kata si gadis berkuncir kuda. "Kita lama kok di sini, sampai jam lima juga gapapa."

"Siplah," balas Haidar seraya membatin; sono sampe jam lima. Gue sore juga mau sunmori sama Ryuni! "Ini makanannya buat gue nih?"

"Iya atuh A'. Buat Aa." Kata si gadis berkuncir kuda.

"A' Jean teh lagi sibuk ya A'?" Tanya gadis berkepang bernama Humaira pada Haidar.

KKN Di Desa Kasmaran | NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang