14 - Salah Paham

773 28 2
                                        

Bab 14 - Salah Paham

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bab 14 - Salah Paham

"Terima kasih untuk malam ini, Pak Adimas," ucap Anna yang baru saja turun dari mobil Adimas. Saat ini Adimas masih berdiri di hadapan Anna usai membukakan pintu untuknya.

"Nggak usah berterima kasih. Justru saya yang seharusnya berterima kasih ke kamu, karena malam ini kamu sudah bersedia melengkapi separuh jiwa saya."

Anna mengulas senyum, ia merasa malam ini seperti malam terindah baginya. "Saya sangat berterima kasih karena Pak Adi juga melengkapi hidup saya."

"Baiklah, sama-sama. Sekarang masuk, gih. Sudah malam."

Anna mengangguk. "Baik, Pak," balas Anna. Namun, dirinya tak lekas beranjak dari hadapan sang kekasih.

"Kok masih diam aja?" tanya Adimas.

"Saya mau bilang sesuatu."

"Bilang aja."

"Em ... selamat malam, Pak. Hati-hati di jalan, i love you," ucap Anna, ia segera menutup mulutnya, kemudian berlari menuju apartemen.

Melihat tingkah Anna, membuat Adimas menggelengkan kepala. "Ada-ada aja, i love you more, Anna," gumamnya, seraya tersenyum hangat.

***

Anna sudah keluar dari apartemennya dengan pakaian formal yang terlihat rapi. Pagi ini dia berniat untuk masuk ke kantor lebih awal dari biasanya.

Nggak sabar mau ketemu Pak Adi di kantor. Anna tersenyum lebar sambil berlari-lari kecil menuju rubanah tempat ia memarkirkan mobil.

Drrrt ... drrrt ....

Ponsel Anna bergetar, dengan segera ia merogoh tas dan mengambil ponselnya.

"Pak Adi? Sepagi ini sudah telepon aja, pasti dia udah kangen, deh," gumam Anna, seraya senyum-senyum sendiri. "Halo, Pak," ucapnya kemudian, usai mengangkat telepon.

"Pagi, Anna. Gimana tidurmu semalam, nyenyak?" tanya Adimas.

"Nyenyak, kok, Pak. Pak Adi sendiri gimana?"

"Saya susah tidur. Nggak sabar supaya cepat pagi dan ketemu lagi sama kamu."

Anna merapatkan bibirnya, menahan senyum salting yang diperbuat Adimas. "Pak, jangan bikin saya senyum-senyum sendiri, dong. Ini saya lagi di parkiran, loh. Malu dilihatin orang."

"Kamu ngapain di parkiran? Kamu mau pergi ke mana?"

"Kok ke mana, sih, Pak. Ya ke kantor lah."

"Kamu mau ke kantor sekarang? Ini kan masih jam enam, Ann."

My Perfect Boss [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang