Bab 20 - Status Baru
"Siang Pak Willy, maaf sudah menunggu lama," ujar Adimas, seraya mengulurkan tangannya.
Willy berdiri, membalas uluran tangan Adimas. "Ah, enggak kok, Pak. Saya baru aja sampai," jawabnya dengan sopan. "Mari-mari, silakan duduk."
"Baik, Pak. Terima kasih." Adimas lalu mempersilakan Anna untuk duduk di kursi yang ia siapkan.
Willy yang melihat hal itu lantas terheran. Awalnya, ia mengira bahwa Anna adalah sekretaris baru atau asisten pribadi Adimas.
Willy berdeham, kemudian membuka suara, "Pak Adimas, beliau ini siapa ya? Saya baru pertama kali melihatnya." Willy menunjuk Anna.
"Ah, iya. Dia ini Anna, kekasih saya, Pak. Sekaligus calon istri saya."
Anna tersenyum kecil. "Salam kenal, Pak. Saya Anna," ucapnya.
"Wah, suatu kehormatan bagi saya karena bertemu dengan calon istri Pak Adimas. Salam kenal juga, Ibu Anna. Saya Willy, rekan bisnis Pak Adimas."
"Maaf karena saya mengajak calon istri saya ke rapat kali ini. Soalnya kami selesai ada acara langsung ke sini sekalian."
"Oh ... bukan masalah, Pak. Sama sekali bukan masalah."
"Terima kasih Pak Willy atas pengertiannya. Oh ya, saya tidak melihat asisten Bapak. Apa dia tidak ikut?" tanya Adimas.
"Devan tadi izin ke toilet," jawab Willy. "Ah, itu dia. Devan!" panggil Willy saat melihat Devan berjalan ke arahnya.
"Siang Pak Adimas." Devan menjabat tangan Adimas.
"Siang." Adimas mengangguk samar.
"Loh, Anna?" Devan menunjuk Anna dengan heran. "Kamu kok di sini?" Aku terakhir kali melihat Anna dan Pak Adimas berantem di kafe. Apa mereka sekarang sudah baikan? Apa dugaanku benar, kalau Anna dan Pak Adimas punya hubungan spesial?
"Van, kamu kenal calon istrinya Pak Adimas?" tanya Willy.
Devan menganga, menoleh ke arah Willy lalu bertanya, "Calon istri? Anna calon istrinya Pak Adimas?"
"Iya, dia calon istrinya Pak Adimas." Willy menyahut.
"Ah ... Anna teman saya sekolah dulu, Pak."
"Wah, dunia ini sempit sekali." Willy menepuk pundak Devan.
Adimas berdeham pelan. "Apa rapatnya sudah bisa kita mulai sekarang?" tanyanya.
"Tentu, Pak. Mari." Willy menjawab.
***
"Ann, tunggu!" panggil Devan.
Anna yang hendak masuk ke dalam mobil lantas menoleh. "Devan, ada apa?"
"Selamat, ya. Aku baru tahu kalau kamu itu calon istrinya Pak Adi," ucap Devan.
"Iya, Van. Terima kasih."
Devan tersenyum tipis. "Pantas saja kamu menolak aku. Ternyata kamu sedang menjaga hati buat Pak Adi. Aku minta maaf atas sikap ku waktu itu, ya. Ku akui, aku egois."
"Sudah lah, Van. Aku udah maafin, kok. Aku juga minta maaf waktu di kafe udah bicara kasar sama kamu."
"Makasih, Ann. Kita bisa berteman seperti dulu, kan?" tanya Devan dengan harap.
Anna mengangguk. "Tentu."
Adimas keluar dari mobil, penasaran dengan apa yang dibicarakan Devan pada Anna.
"Kalian ngobrolin apa? Serius banget," ujar Adimas.
"Oh, enggak kok, Pak. Cuma ngobrol biasa." Devan menjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Boss [END]
RomanceAnna, seorang perempuan yang bekerja sebagai event planner harus merasakan patah hati tatkala lelaki yang diam-diam ia taksir ternyata sudah memiliki calon pendamping dan akan segera melaksanakan pernikahan. Sialnya, Anna-lah yang harus terju...
![My Perfect Boss [END]](https://img.wattpad.com/cover/330599468-64-k114238.jpg)