Tidak terasa, sudah satu bulan aku meninggalkan Gergio international groop.
Aku sudah bekerja di perusahaan keluarga Swan, menggantikan Mbak Aira, sebagai asisten CEO, suami Mbak Aira, Mas Reza.
Ini juga karena usahaku sendiri, kemampuanku sendiri, aku bersih keras untuk di wawancarai, mengikuti serangkaian tes, sampai akhirnya aku di terima, tampa ada embel embel nama Mas Reza atau Mbak Aira di belakangnya, dan aku bangga atas pencapaianku itu.
Sekarang ini aku, Mbak Aira, Mas Reza dan buah hati mereka, si kecil Aisyah, berada di Turki, timur tengah tepatnya di Istambul, selain dalam rangka perjalan bisnies kami juga liburan, ini atas rencana Kak Aira, dan keinginan si kecil Aisya, dia meminta adiknya yang berada di perut ibunya berlibur, agar ia cepat keluar dari perut ibunya, hal yang tidak perna aku pikirkan terpikirkan, ajaib, hal yang membuat Mas Reza khawatir, dan Mbak Aira kelimpungan.
Aku bahagian dengan kebahagian keluarga kecil Mbak Aira, kakak tomboyku itu sudah mendapatkan kebahagiaannya, siapa yang menyangka beberapa tahun berlalu, setelah kepergian Kak Aira, meninggalkan Mas Reza membawa rasa sakitnya, rasa sakit karna cintanya bertepuk sebelah tangan, sekarang akhirnya Mas Reza mencintai seorang Humairah Anastasya Swan, sahabatnya sendiri, sahabat yang mati matian di ingkari cintanya, mereka bahagia, sangat bahagia dengan kedatangan putri kecil mereka Aisyah.
___
"Bundaa...", panggil seorang anak perempuan yang aku yakin adalah Aisyah, membuatku menoleh kearahnya, Aisyah tengah berlari kearahku, entah bagaimana ia bisah berada di kantor.
"Assalamu alaikum sayang...", sapaku membawanya kedalam pelukannya.
"Waalaikum salam Bunda..", balasnya ceria melepaskan pelukan kami, membuatku gemas sendiri, menghujaninya dengan ciuman dan gelitikan.
"Haha... geli Bunda..., haha... Ai', nyerah... haha...", adunya mencoba menghindar dari seranganku.
"Jawab dulu pertanyaan Bunda", kataku terus menggelitik pinggangnya.
"Apa.. haha.., Bunda geliiii...", jawabnya mengadu.
"Kemari dengan siapa?", tayaku menghentikan gelitikanku, menatapnya serius, karna setahuku, Mas Reza dan Mbak Aira berada di kantor.
"Adik Ai', bersama dengan kami..", kata Hasan dan Husain selempak, saat tampa sengaja aku melihat keduanya tengah duduk manis di sofa ruang kerjaku.
"Cak!, kalian sombong sekali tidak memberi Aunty pelukan selamat datang...", cibirku menatap keduanya garang, bisa bisanya keduanya tidak menyambut kedatanganku kemarin.
"Cak!, Aunty sudah besar minta di peluk..", balas Husain, berbalik mencibirku, aku melihat kearah Ai' yang juga melihat kearahku.
"Ya sudah.., oleh olehnya di bawah pulang saja yah Ai', enggak usah ngasih Abang Husain dan Abang Hasan..", kataku mendapatkan anggukan patuh oleh Aisyah.
"Ya, Bunda kemari saja Ai' harus menangis nangis baru Abang Hasan dan Abang Husain ngantar Ai' ", tambah Aisyah cemberut, merajuk, menjelaskan seperti orang dewasa.
Aku melirik kearah si kembar yang kelihatan sedang serius membicarakan sesuatu, setelahnya keduanya berdiri, menghampiriku, dan memelukku dengan sangat erat.
"Selamat datang di Turki Aunty Raniah, dan Adik Ai', yang cantik dan imut..", teriak keduanya serempak, membuatku terkekeh, entah apa yang di ajarkan Mas Kafkah kepada kedua anak kesayangan mereka ini.
"Kalian bisa memeluk Aunty sesuka hati kalian, kalian memang sudah beranjak dewasa tapi kalian tetap keponakan kesayangan Aunty..",,gumamku memeluk keduanya erat dan mendaratkan ciuman di kening keduanya, penuh sayang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raniah Hanum Suparman 2 {Story 8}
RomanceAku adalah Raniah Hanum Suparman, Anak dari sepasang Supir dan pembantu, Rumah Tangga, Aku Tidak perna Malu ataupun Minder atas caci maki Teman seangkatanku di sekolah, yang mengataiku hanya anak supir dan pembantu, Mereka yang Notabenenya adalah an...
