25. Kembali ke Indonesia.

8.2K 392 22
                                        

Setelah berkeliling di cappadoci, dan mengunjungi restoran  Fahrul Islam, Raniah dan Rangga kembali kerumah, mempersiapkan keberangkatan keduanya ke Indonesia.

Ya, walaupun Raniah baru menyadari sikap posesif dan cemburuan oleh seorang Rangga Argantara Gergio.

"Mas masih marah...?", tanya Raniah hati hati, memperhatikan Rangga yang tengah asyik dengan kemudinya, "Mas Fahrul bukan siapa siapa Raniah ko' Mas.., Raniah akrap dengannya karna sering mengunjungi restorannya, bersama si kembar Hasan dan Husain, selain itu kita sama sama dari Indonesia..", tambah Raniah, karna Rangga masih belum membalas perkataannya.

"Mas Rangga....", panggilnya lagi.

"Hmmm...", balas Rangga dengan deheman.

"Mas..., masih mara?", tanyanya hati hati.

"Tidak".

"Lalu kenapa Mas diam?, jawabnya juga pendek pendek", keluh Raniah, cemberut.

"Mas tidak cemburu Raniah...., Mas mengerti.., tetapi Mas yakin dia sedikit menyukaimu dan kau__".

"Raniah milik Mas...", potong Raniah cepat, memegag lengan Rangga lembut, lengkap dengan senyum manisny a.

"Ya Mas tahu sayang.., Mas hanya ingin katakan, jika ia mengatakan selamat tadi, dan berdoa semoga kita selalu di limpahkan kebahagiaan, dan kasih sayang oleh Allah swt..", balas Rangga pelan, membuat Raniah diam diam menarik nafasnya pelan, kekhawatirannya tidaklah benar, dan dalam hati mengaminkan perkataan suaminya tadi.

"Raniah...", panggil Rangga kemudian.

"Ya?".

"Kita akan terbang keindonesia berdua saja, Abi, Bunda, Mas Reza, Aisyah, Mbak Aira dan yang lainnya akan menyusul dua hari kemudian", jelas Rangga. Membuat Raniah mengagguk mengerti, menolehkan wajahnya kejendela, melihat pemandangan kota turki, di siang hari.

****

"Hati hati di jalan ya sayang...", kata Elisa, membawa Raniah kedalalam pelukannya, saat ini mereka berada di bandara internasional Attaruk.

"Ia Bunda.., Raniah tunggu di rumah", balas Raniah, membalas pelukan Elisa sama eratnya.

"Mbak Aira yakin tidak akan ikut?", tanya Raniah menoleh kearah Aira, kembali memastikan, setelah melepaskan pelukannya dengan Elisa.

"Ya sayang..., Mbak tidak akan menggagu sepasang pengatin baru..", balas Aira, sedikit menggoda, mencubi kedua pipi Raniah gemas, dan membawanya kedalam pelukannya.

"Mbak Aira ada ada saja.., semoga Mbak, dan calon debynya baik baik saja...", gumam Raniah, melepaskan pelukan keduanya.

"Salam untuk Ibu dan Ayah di rumah...", kata Rio kemudian, mengacak hijab Raniah lembut.

"Pasti Mas..., terimah kasih karna Mas dan yang lainnya ingin mengurus beberapa pekerjaan Raniah yang belum selesai di sini..", balas Raniah sayang, lengkap dengan cengirannya.

"Sama sama anak kecil.., anggaplah ini kado kecil dari kami..", balas Rio tulus, tersenyum cerah kepada Raniah. Membuat Raniah melihat Rio lekat,dan bersyukur, karna tidak ada pancaran kejahilan di matanya.

"Raniah sayang Mas Rio", balas Raniah memeluk Rio erat.

"Semoga bahagia anak kecil..", kata Rio mengelus Hijab Raniah sayang.

"Abi...", panggil Raniah kepada Aqsah, melangkah kearahnya.

"Raniah akan merindukan Abi...", gumamnya, manja kepada Aqsah,memeluknya erat.

Raniah Hanum Suparman 2 {Story 8}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang