Assalamu alaikum semuanya...
Ada yang penasaran enggak sama kelanjutan ceritanya??.
Siapa hoyo, calon suami Raniah??, dari pada penasaran, ayo kita cari tahu kelanjutannya
Happy reading....
****
Subohanallah.., aku tidak menyangka, kemarin aku telah menjadi Istri seseorarg yang sama sekali tidak aku kenali. Apapun!. Bahkan nama dan asal usulnya.
Baru dua hari yang lalu Ibu dan Bapak memberitahukanku tentang lamaran mendadak itu dan kemarin Ibu dan Bapak juga memberitahukanku bahwa aku sudah resmi menjadi Istri sah nya didepan Agama dan Negara.
Insyaallah besok suamiku, bolehkan aku menyebutnya begitu?, dia akan sampai di tempatku Turki, menjemputku di sini. Sekarang dia sudah dalam perjalanan kemari, dia telah membuktikan kesungguhannya, menikahiku, tanpa adanya aku di sampingnya, dan memenuhi syaratku, yaitu menjemputku di Turki, subohanallah.., maha suci Allah, Tuhan seluruh alam.
"Suamiku..", menyebutkannya saja sudah membuatku bergetar, dan menitihkan air mata, aku masih tidak percaya dengan semua ini, perasaan baru kemarin aku lulus SMA, dan sekarang aku sudah menjadi seorang Istri.
Aku juga telah menceritakan hal ini pada Mas Kafkah dan seluruh keluarga, dua hari yang lalu saat kami semua berkumpul di ruang makan, kegiatan keluarga seminggu sekali, makan malam bersama.
Mereka semua menyambutnya bahagia, dan ingin segera bertemu suamiku yang dengan jentelnya menikahiku, tampa ada aku di sampingku, pendapat siapa lagi itu kalau bukan Kak Rio, si Pleyboy cap ikan kakap yang sudah tobat dengan tiga anak.
Abi, Bunda, kak kafkah, Mbak Jihan, Mbak Kinar dan kak Aira, hanya menggeleng gelengkan kepalanya, melihat aksi nekatku, menerima seoranag yang melamarku, tampa tahu nama bahkan asal usulnya.
Sekarang jam menunjukkan pukul tuju malam waktu Istambul Turki, aku sedang berada di Bandar udara Ataturk internationa Airport menjemput suamiku, menginat waktu indonesia dan Turki berbeda beberapa jam aku yakin suamiku, terkena jetlak.
Aku kasihan padanya yang sudah jauh jauh menemuiku, setelah sampai di tujuan harus mengobrak abrik kota Turki untuk mencariku dan jadilah aku di sini, duduk sendirian di bangku tepat di depan pintu kedatangan luar Negri, memper mudahnya menemukanku.
Lamunanku buyar saat sepasang sepatu berhenti tepat di depanku. Aku terpaku melihatnya.
Beberapa saat kemudian dia mengucapkan salam yang membuatku bergetar Suamiku, "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, Istriku..", sapanya pelan, penuh ketegasan.
Dengan segerah aku menjawab salamnya, "Wa.. waalaikum salam warahmatullahi wabarakatu Su.. Suamiku..", jawabku gugup, dengan jantung yang berdetak beberapa kali lipat, tapi baru aku sadari suaraya cukup familiar.
"Diakah?" , tanyaku dalam hati.
Tidak ingin bertanya tanya, dan takut salah, aku mendongakkan kepalaku yang sedari tadi menunduk memperhatikan sepatunya.
Mataku membulat melihatnya, yang berdiri menjulang tinggi di depanku, dia tersenyum dengan sangat manis di depanku, tampan, dengan bulu bulu halus yang menghiasi rahangnya, ingin rasanya aku memainkannya.
Aku menggeleng gelengkan kepalaku, mengumpulkan kesadaranku, dan membuang jauh jauh keingina ajaibku itu, setelahnya aku meraih telapak tangannya, mencium tangannya dengan tazim, dan mengucapkan, "Assalamualaikun warahmatullahi wabarakatu,
suamiku.., Rangga Argantara Gergio".
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatu istriku.., Raniah Hanum Gergio", jawabnya yang kontan saja membuat wajahku memerah, mendengarnya, dan seketika itu juga aku merasakan dia menabrak tubuhku, membawaku dalam pelukan eratnya, aku terdiam kaku, mendapatkan serangannya itu, beberapa saat kemudian aku membalas pelukannya dengan sama eratnya. Aku merasakan dia mencium keningku, lama dan dalam.
"Terimah kasih, Istriku, karna telah memilihku menjadi Imammu..", katanya setelah mencium keningku dalam, menatapku lekat. Aku mengangguk gugup, sebagai jawaban, jujur aku masih tidak menyangka bahwa dia yang menjadi Imamku.
"Ayo Mas Rangga kita pulang, Raniah yakin Mas lelah setelah perjalanan jauh..", kataku, setelah pelukan kami terlepas, menarik pergelangan tangannya menuju parkiran di mana ada Pak Misbah, supir keluarga Abi dan Bunda Mas Kafkah telah menunggu.
Mas Rangga berjalan di sampingku mengikuti langkahku dengan dia yang mengandengan tanganku, erat.
Di dalam perjalanan pulang kerumah, aku diam memandang keluar jendela, melihat keramaian kota Turki di malam hari dengan gedung gedung yang menjulang tinggi. Memikirkan semua yang aku alami akhir akhir ini, setelah melihat wujudnya kembali.
Remasan lembut di tanganku, menyadarkanku, melihat kearah tautan tangan kami yang tidak aku sadari, belum terlepas saat pertemuan kami tadi di bandara.
Aku berusaha melepaskannya, tapi di tahan oleh Mas Rangga.
"Biarlah seperti ini, Mas ingin seperti ini dulu..", katanya mengeratkan tautan kami, tidak lupa dengan senyuman manisnya yang tidak perna hilang dari wajah tampannya dan sangat menggemaskannya itu.
Setelanya Mas Rangga menghilangkan jarak di antara kami, membawaku dalam pelukannya, aku menurut dengan perlakuannya itu, bukankah kami sudah halal..., pikirku, jadi sah sah saja.
"Mas ingin seperti ini.., Mas sangat merindukanmu..", katanya mencium hijabku beberapa kali, aku membalas pelukannya, membenamkan wajahku di lekuk lehernya, mencari tempat yang nyaman. Aku ingin tidur, rasanya lelah sekali, setelah bekerja seharian, dan memikirkan segalanya.
****
Wahh.. Author Iri!!.
Author ingin mendapatkan jodoh yang seperti Rangga..!!
#Plakkk..
Jangan timpuk Author, haha...
#PelukSayang.
Jangan lupa komentar protesnya yah... Hehe..
Oia anggap saja foto yang di atas fotonya Mas Rangga yah.., tampan kaga'???.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raniah Hanum Suparman 2 {Story 8}
RomansaAku adalah Raniah Hanum Suparman, Anak dari sepasang Supir dan pembantu, Rumah Tangga, Aku Tidak perna Malu ataupun Minder atas caci maki Teman seangkatanku di sekolah, yang mengataiku hanya anak supir dan pembantu, Mereka yang Notabenenya adalah an...
