Chapter XVII: Broke

22 0 0
                                        

Wolf and Fox

Orific by Aomine Sakura

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, latar dll hanyalah kebetulan. Tidak berniat menyinggung siapapun ataupun unsur sara.

Warning content 21+
Selamat membaca!

Hansel memarkir mobilnya di garasi rumahnya sebelum mematikan mesin mobil. Tetapi, ia tidak turun dari dalam mobilnya melainkan tetap berada di dalam mobilnya untuk beberapa saat.

Seharusnya ia tidak meremehkan Kyra Lovitta. Ah bukan. Seharusnya ia tidak meremehkan kemampuan seorang wanita dalam mencari informasi. Wanita adalah agen mata-mata yang sangat handal bahkan melebihi FBI atau CIA. Hansel harus mengakui hal itu.

Hubungannya dan Gwen sudah berakhir sejak tujuh tahun yang lalu. Ya. Tujuh tahun yang lalu.

Ia pergi ke New York selain untuk menuntut ilmu, juga untuk menenangkan dirinya. Hubungannya san Gwen sudah mulai tidak membaik sejak sepuluh tahun yang lalu. Tepatnya beberapa bulan sejak kepergiannya ke New York, ia dan Gwen sudah kerap bertengkar.

Tiga tahun pertama, ia dan Gwen menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship dengan baik. Mereka masih melakukan komunikasi dengan berkirim pesan atau menelpon satu sama lain hanya untuk menceritakan hari-hari yang mereka jalani satu sama lain.

Bahkan, dalam pikiran terliar dan terburuknya. Hansel tidak pernah membayangkan jika Gwen akan berselingkuh hingga menikah dengan kakaknya sendiri. Azura Axelle tiba-tiba menghubunginya. Hansel masih sangat ingat, New York sedang turun salju saat kakaknya mengatakan sudah berada di bandara.

Mengenakkan pakaian musim dingin miliknya, Hansel melajukan mobilnya menuju bandara untuk menjemput kakaknya. Sesampainya di bandara, Azura sudah menunggunya. Hansel tidak memiliki kecurigaan apapun dan menyambut kakaknya begitu saja.

Azura menghabiskan waktu di New York selama tiga hari. Selama tiga hari mereka menghabiskan waktu berkeliling New York dan makan makanan lezat. Lalu, di malam ketiga, Azura mulai berbicara dengan serius.

Di malam ketiga, mereka sedang bersantai dan Azura memberikan undangan kepadanya. Dirinya benar-benar tidak mengetahui jika kakaknya akan menikah dengan kekasihnya dan menggoda kakaknya bahwa kakaknya diam-diam memiliki kekasih.

Lalu, Azura berkata dengan serius. Jika dirinya akan menikah dengan kekasihnya. Gwen Vachia.

Awalnya, Hansel tidak memercayai apa yang di dengarnya. Azura kemudian menunjukkan ponselnya dan darah Hansel mendidih.

Di sana, terdapat foto antara kakaknya dan kekasihnya. Tanpa sehelai benang pun dan berada di atas ranjang.

Azura berkali-kali meminta maaf dan berkata bahwa Hansel berhak memukulnya dan ia tidak akan menolaknya. Hansel kehilangan kendalinya dan memukul wajah Azura, tidak memedulikan apa yang akan terjadi kepada kakaknya selanjutnya. Hansel bagaikan kesetanan malam itu.

Tetapi, Azura benar-benar tidak melawan dan membiarkan wajahnya terluka babak belur akibat pukulan yang dilayangkan Hansel. Setelah kemarahan Hansel reda, pria itu terduduk dan memandang kakaknya.

Malam itu, Hansel resmi melepaskan cintanya untuk sang kakak. Patah hati? Tentu saja.

Sikap Hansel mulai berubah. Ia menjadi peminum ulung dan tidak memedulikan apapun. Ia tidur dengan banyak wanita untuk melupakan Gwen Vachia yang menjadi orang yang dicintainya.

Tidak hanya itu. Ia bahkan memblokir akses kakaknya dan tidak ingin bertemu dengan kakaknya maupun Gwen. Ayah dan ibunya berkunjung ke New York sesekali untuk menjenguknya dan ia menolak keras untuk bertemu dengan kakaknya ataupun Gwen.

Wolf and FoxCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang