Wolf and Fox
Orific by Aomine Sakura
Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, latar dll hanyalah kebetulan. Tidak berniat menyinggung siapapun ataupun unsur sara.
Warning content 21+
Selamat membaca!
Hansel keluar dari kamar mandi dengan tubuh terasa segar dan ringan. Setelah mengeluarkan pelampiasannya dengan permainan solo, Hansel merasa kepalanya sedikit lebih ringan.
Meski, dia ingin sekali memasuki Kyra dan merasakan milik Kyra yang menjepit miliknya dengan sangat erat. Dia merindukan permainan ranjang Kyra.
Hari ini moodnya cukup baik setelah memburuk karena mengira adik Kyra adalah kekasih dari Kyra Lovitta. Mengenakkan pakaiannya, Hansel mendudukkan dirinya di kursinya sembari membuka laptopnya.
Baginya, tiada hari untuk beristirahat jika dia sudah menyukainya. Dia menyukai pekerjaannya sebagai direktur di hotel milik ayahnya. Selain untuk menemui Kyra dan memandang wajah cantik Kyra, Hansel menyukai semua pekerjaannya.
Hansel mulai berfikir untuk melebarkan sayap bisnisnya. Dia tidak bisa terus menerus mengandalkan ayahnya. Setidaknya, dia harus memulai usahanya sendiri.
Meregangkan tubuhnya, Hansel mengambil ponselnya dan membuka media sosial milik Kyra. Menscroll layar ponselnya, Hansel memandang foto-foto milik Kyra yang terpampang di layar ponselnya sebelum terhenti di satu foto.
Kyra tersenyum menawan bersama seorang pria. Sepertinya, pria yang ada di foto bersama Kyra adalah adiknya. Dia harus menghubungi Hosea guna meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi hari ini.
Hansel harus menurunkan egonya untuk mendapatkan Kyra.
...
Levisa Adeeva sedang menata pakaian yang ada di rak gantung sebelum mendengar suara mobil. Memandang dari balik jendela butiknya, Levi bisa melihat mobil yang ia kenali terparkir di halaman butik miliknya.
Pintu butiknya di buka dan seorang pria dengan T-shirt dan celana berwarna hitam masuk ke dalam butik. Levi tersenyum menyambut seseorang yang sudah di kenalinya itu.
"Selamat malam," pria itu menggantungkan kata-katanya sebelum melanjutkan. "Levi."
"Lihat ini, siapa yang datang." Levi menghampiri pria yang kini ada di hadapannya.
Hosea Jaquena Anderson tersenyum sebelum memandang sekelilingnya. Sedangkan Levi berdiri di hadapannya dan menepuk bahunya.
"Lama tidak berjumpa, Dokter."
Hosea mengusap rambut Levi dengan lembut. Mereka sudah berteman sejak berada di Sekolah Menengah Pertama. Hosea adalah sosok yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Kepribadiannya menyenangkan dan membuat banyak orang merasa nyaman berada di dekat Hosea.
Berbeda dengannya. Levi sedikit membenahi rambutnya. Dia tidak menyukai keramaian dan akan merasa pusing jika berada di tengah keramaian. Maka dari itu, dirinya mendirikan butik yang tidak terlalu ramai tetapi banyak pembeli tetap yang datang ke butik miliknya untuk melihat koleksi pakaian terbarunya.
"Aku belum resmi menjadi dokter." Hosea mengusap rambut Levi dengan lembut.
Lama tidak berjumpa dengan temannya, Hosea sedikit merindukan kehadiran sosok Levi. Wanita itu memiliki sifat yang mirip dengan kakaknya. Tipe wanita karir dan tegas juga tidak manja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wolf and Fox
Nonfiksi"Wolf and Fox." ©Aomine Sakura ... Rubah Galak. Julukan yang diberikan kepada Kyra Lovetta. General Manager Hotel ternama di usianya yang masih muda. Serigala Dingin. Julukan yang diberikan kepada Hansel Axelle. Seorang putra konglomerat yang baru s...
