Chapter VII : Joe Satria

30 4 0
                                        

Wolf and Fox

Orific by Aomine Sakura

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, latar dll hanyalah kebetulan. Tidak berniat menyinggung siapapun ataupun unsur sara.

Warning content 21+
Selamat membaca!

"Hai, Key." Seorang pria dengan kharisma yang memesona datang mendekat. "Kalian berdua, pacaran?"

"Tidak." Key menjawab dengan cepat. "Kami hanya kebetulan datang bersama."

"Oh. Begitu." Pria itu tersenyum. "Boleh aku minta nomor ponselmu, Key?"

"Uhm.." Kyra mencoba sedikit jual mahal. "Untuk apa?"

"Kita sudah lama tidak bertemu. Tidak ada salahnya kita berkomunikasi, bukan?"

Kyra merutuki hatinya yang masih terjebak dalam masa lalunya.

...

Nama pria itu adalah Joe Satria. Cinta pertama Kyra yang datang dari semasa ia masih mengenakan seragam merah putih.

Kyra saat itu masih terlalu kecil untuk mengerti apa itu cinta. Dia hanya mengetahui tentang petak umpet dan jajanan yang membuat perutnya kenyang.

Wanita itu tidak tahu, kapan dirinya mulai jatuh cinta kepada Joe Satria hingga tidak bisa melupakan pria itu. Meski Kyra tahu, jika dia dan Joe tidak akan mungkin bersama.

"Kamu sekarang seorang General Manager?" Joe menatap Kyra dengan pandangan kekaguman.

"Itu bukan hal yang harus di banggakan."

"Seharusnya kamu bangga akan hal itu, Key!"

"Usiamu masih sangat muda dan berhasil mencapai jabatan itu. Sialan! Aku sangat iri!"

Kyra hanya tertawa dan meneguk minumannya. Matanya melirik Joe yang tampak sibuk berbincang dengan teman lama mereka.

Tidak ada yang berubah dari Joe. Pria itu tetap Joe Satria yang ia kenal. Bahkan, pesona milik pria itu sama sekali tidak berubah.

Tetapi, sekeras apapun ia berjuang, Joe tidak akan pernah melihatnya. Itulah kenyataannya.

Kyra mengaduk minumannya dan matanya melirik Joe yang tampak berbincang dengan teman-teman mereka. Dadanya terasa sesak. Dia sudah mendengar kabar burung jika Joe akan menikah dengan kekasihnya saat ini.

Wanita baik-baik dari keluarga yang baik pula. Dengan hijab dan pakaian yang tertutup. Berbeda sekali dengan dirinya.

Seketika, Kyra merasa rendah diri. Tentu saja, meski kehidupannya tidak bebas. Tetapi orang-orang melihat dan menganggap kehidupannya seperti wanita yang bebas.

Apakah ia harus berubah?

Kyra memainkan rambutnya. Ia menyukai dirinya sendiri dan mencintai dirinya apa adanya. Ia akan tetap menjadi dirinya sendiri dan tidak akan berubah hanya karena cinta.

Memandang Joe, pria itu tersenyum ke arahnya.

Sialan. Hatinya menjadi runtuh.

Wolf and FoxCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang