Wolf and Fox
Orific by Aomine Sakura
Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, latar dll hanyalah kebetulan. Tidak berniat menyinggung siapapun ataupun unsur sara.
Warning content 21+
Selamat membaca!
Gwen Vachia merasakan emosinya menggebu. Mengapa, mengapa ia harus bertindak bodoh? Gwen Vachia terkadang menyesali perbuatan bodohnya yang ia lakukan secara tidak sadar.
10 tahun yang lalu, Hansel Axelle pergi untuk menuntut ilmu di Amerika. Pria itu bekerja keras untuk dapat diterima di Universitas ternama yang berada di New York. Gwen merupakan saksi dan selalu ada di samping Hansel saat pria itu berusaha dengan keras.
Bagi keluarga Hansel, dia sudah seperti putri mereka sendiri. Mereka semua memperlakukannya dengan hangat bahkan hingga saat ini. Meski ia telah melakukan kesalahan besar, tetapi keluarga Hansel menerimanya dan menyayanginya dengan baik.
Gwen harus mengakui, bahwa ia bukanlah seorang gadis polos. Di masa sekolah, ia merupakan seorang bintang sekolah, mantan model dan tidak jarang banyak lelaki yang mencoba mendekatinya.
Hansel Axelle memutuskan untuk pergi ke New York, menggapai cita-citanya. Bodohnya, dia seharusnya bersabar dan menunggu Hansel pulang. Dia hanya harus bersabar selama empat tahun sampai Hansel menepati janjinya untuk bisa menikah dengannya.
Azura Axelle datang. Saat itu Gwen merupakan mahasiswi manajemen bisnis di salah satu universitas ternama di Jakarta. Azura datang ke kampusnya, memperkenalkan diri di kelasnya sebagai salah satu asisten dosen yang akan mengajar selama enam bulan. Menggantikan dosennya yang sedang cuti dan pergi tugas.
Terkejut? Tentu saja, Gwen sangat terkejut melihat bagaimana Azura berdiri di depan kelasnya dan menjelaskan materi demi materi dengan lugas dan mudah di mengerti. Siapapun pasti tertarik pada Azura.
Termasuk dirinya yang sedang kosong dan menjalin Long Distance Relationship oleh Hansel. Pemuda itu bahkan sulit dihubungi karena perbedaan waktu dan jarak yang membuat hubungan mereka sedikit merenggang.
Azura datang dengan segala pesonanya. Awalnya, Gwen menerima ajakan kencan yang diberikan Azura kepadanya sebagai seorang teman. Hubungan mereka semakin intens dan jauh.
Hingga pada akhirnya, dua garis merah terdapat di alat tes kehamilan yang digunakan Gwen. Bisa di bayangkan bagaimana paniknya dirinya saat itu. Ia segera menghubungi Azura dan pria itu segera datang ke rumahnya, memeluknya dan menenangkannya.
Bahkan, saat itu juga Azura mengatakan perihal hubungannya yang terlanjur jauh dan kehamilannya kepada kedua orang tuanya. Malam itu juga, Gwen pergi ke kediaman Azura dan pria itu mengatakan yang sejujurnya pula.
Kecewa? Kedua keluarga dan orang tua mereka tentu saja kecewa. Tetapi, nasi sudah menjadi bubur dan mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Azura berjanji akan menjelaskan semuanya kepada Hansel.
Gwen merasakan dilema dan rasa sesak di dadanya. Ia bahkan tidak berhenti menangis ketika menelepon Hansel dan mengatakan yang sejujurnya. Bodoh. Gwen mengakui bahwa dirinya merupakan wanita yang bodoh.
Gwen menyalahkan dirinya hingga bayi mungilnya lahir. Gwen begitu mencintai putri kecilnya dan lambat laun ia mencintai Azura meski hatinya masih tertahan oleh Hansel. Jika berada di posisinya, wanita mana yang tidak akan tergoda oleh pesona Azura?
Tetapi, pada akhirnya mereka menyadari, bahwa tidak ada cinta diantara mereka. Hati milik Gwen seketika runtuh tatkala melihat Hansel kembali ke Indonesia. Egois. Gwen merupakan wanita yang egois. Ia tidak bisa kehilangan Hansel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wolf and Fox
Nonfiksi"Wolf and Fox." ©Aomine Sakura ... Rubah Galak. Julukan yang diberikan kepada Kyra Lovetta. General Manager Hotel ternama di usianya yang masih muda. Serigala Dingin. Julukan yang diberikan kepada Hansel Axelle. Seorang putra konglomerat yang baru s...
