Halo. Apa kabar?
Jangan lupa bintang dan komen yaa!-HAPPY READING-
∆∆∆
17. Tahu.
"RAFAAAA!"
"RAFAA! MANA SIH IH!"
"RAF- eeh bibi, bi mau nanya Rafa kemana yah bi?" Aluna sejak tadi mencari-cari suaminya yang entah ada dimana.
Bi inem yang sedang menyapu melihat Aluna yang meneriaki nama suaminya. "Rafa? Tadi bibi lihat ada di taman belakang non"
"Ooh iya kah? Ya udah Luna kebelakang yah bi" setelah Bu inem mengangguk dan mengiyakan Aluna lantas pergi menemui Rafaell di taman belakang.
Saat di taman belakang Aluna melihat Rafael sedang menghisap beda nikotin.
"RAFA" dari kejauhan Aluna memanggil Rafael. Bukan karena apa dirinya sedang hamil dan asap rokok tidak baik untuk seorang ibu hamil, dan lagi pula Aluna tidak menyukai asap rokok, itu akan membuat dada nya sesak.Rafael yang melihat Aluna dari kejauhan lantas mematikan rokoknya dan memukul-mukul udara agar asap yang berada di sekelilingnya menghilang.
"Kenapa sayang, hm?" Tanya Rafael saat Aluna datang menghampirinya.
"Lo masih ngerokok?" Tanya balik Aluna.
Rafael mengangguk. "Kenapa, hm?"
"Baby nya mau martabak telor, sama pisang cokelat" ujar Aluna.
"Baby nya apa ibu nya?" Aluna cengengesan.
"Dua-duanya" jawab Aluna.
"Ya udah ak-
"LUNAAAAA YUHUUUUU QIA YANG CANTIK DATENG BAWAIN LO KUE COKLAT" sasqia yang baru saja memotong ucapan Rafael.
"Heh toa! Ngapain Lo ke sini?" Tanya Rafaell.
"Gua mau nemuin sahabat sama ponakan gue dong" ucap sasqia sambil melirik kearah perut Aluna.
"Sama siapa?" Tanya Aluna.
"Sama Samu, sama Reksa sama temen nya reksa satu lagi hmmm siapa ya? Ooh iyaa Tian. Mereka ada di depan" jawab sasqia.
"Ya udah aku temuin dia dulu yah, abis itu baru beliin kamu martabak nya" ucap Rafael kepada Aluna dan Aluna mengangguk.
"Udah sana husss husss" usir sasqia dengan mengibas-ngibaskan tangan nya di udara.
"Luna perut Lo kok belum keliatan gede yah? Kapan gedenya?" Tanya sasqia saat Rafaell sudah pergi.
"Yah nanti lah kalau udah lima bulan. Ini gua baru aja 10 minggu" ucap Aluna.
"Hemm 10 Minggu" sasqia menghitung dengan jarinya. "Berapa ya, lun?" frustasi nya.
"Huuu, dua bulan dua minggu sasqia" ucap Aluna dan sasqia beroh ria.
"Lo tau nggak, na?!" Aluna menggeleng.
"Gua nggak ada temennya di sekolah hiks" sasqia menghapus air matanya, padahal tidak keluar masa sekali air matanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAFAELL (HIATUS)
Teen FictionSebelum lanjut follow dulu ya ges ya. 17+ Bagaimana jadinya sahabat yang disatukan dalam ikatan pernikahan?