Hai. Apa kabar?
Jangan lupa bintang dan komen ya!-HAPPY READING-
∆∆∆
14. Gak ada judul.
Hari ini, sebelum Aluna dan Rafaell berangkat sekolah mereka menemani Anton berangkat menuju Dubai.
"Papa, nanti kalau anak Aluna lahir papa datang yah" ucap Aluna dengan sedih.
"Pasti" jawab Anton dengan mengusap rambut panjang menantunya.
"Papa, sering-sering kabarin kita. Kalau nggak Ell susulin kesana!" Ujar Rafael. Anton terkekeh mendengar ucapan Rafael.
"Papa akan sering-sering telvon kalian. Papa berangkat, pesawat papa udah mau lending" Aluna memeluk mertuanya sambil terisak.
"Aluna, papa titip Rafaell ya! Kalau nakal tendang aja pantat nya" Aluna tersenyum.
"Udah. Papa nih, Aluna istri Ell Lo!" Ucap Rafaell dengan memisahkan Aluna dan Anton yang sedang berpelukan.
"Papa berangkat" ucap Anton. Rafa dan Aluna mengangguk.
"Dahhhhh, papa" Aluna dan Rafael melambai-lambaikan tangannya.
∆∆∆
"Rafaa.... Macettt...." Saat ini Aluna dan Rafael terjebak macet saat ingin menunju sekolah.
"Rafaaaa" ujar Aluna.
"Faaa... Rafaaaa..."
"Diem Luna! Terus gua harus gimana?" Ucap Rafael sedikit melirik Aluna dan Aluna menggeleng tidak tau.
"Yah kalau telat, mending gak usah sekolah, bolos aja" saran Rafaell.
"Ihhh. Bego Lo! Dua bulan lagi kita ujian Rafa!" Ucap Aluna.
"Sekali-kali" ucap Rafaell.
Sembilan lewat dua puluh Lima menit, Aluna dan Rafael telat ke sekolah. Pada Akhirnya mereka putar balik, dan Rafaell memilih untuk putar balik ke arah mall.
"Kenapa ke mall? Kenapa gak pulang aja?" Tanya Aluna kepada Rafael.
"Belanja" ujarnya. "Yuk, cepet" lanjutnya.
"Rafaaaa" Aluna merengek.
"Shuttt diem! Kita beli baju, terus kita ke dokter kandungan! Kata bunda perut Lo harus di periksa" ujar Rafael.
"Ya udah hayuk, lamaaaa" semangat 45 Aluna. Rafael yang melihat Aluna turun dari mobil nya terlebih dahulu tanpa menunggunya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aluna tunggu! Jangan lari-lari! Ujar Rafaell melihat Aluna berlari-lari.
"Rafa nya, lama bangett. Kayak siput" ucap Aluna ketika Rafaell sudah menyusulnya.
"Mau main dulu" Aluna menggeleng.
"Mau makan dulu?" Aluna menggeleng.
"Mau beli skincare?" Aluna menggeleng lagi.
"Mau langsung beli baju. Abis itu kedokter, ayokkk" Aluna menarik pelan tangan Rafaell.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAFAELL (HIATUS)
Ficção AdolescenteSebelum lanjut follow dulu ya ges ya. 17+ Bagaimana jadinya sahabat yang disatukan dalam ikatan pernikahan?