Hai. Apa kabar?
Jangan lupa bintang dan komen yaa!-HAPPY READING-
∆∆∆
15. Ketauan?
Hari ini Rafaell sengaja membawa mobil ke sekolah di karena pagi ini sedikit mendung. Takut di tengah jalan hujan dan istri, anaknya yang berada dalam perut Aluna kehujanan.
"Rafa. Mobil belakang ngikutin kita nggak sih?" Rafael sedikit memelankan mobilnya dan sekilas melihat kebelakang. "Nggak Aluna, tuh liat dia berhenti" Aluna mengintip kebelakang dan benar saja mobil hitam yang mengikutin mereka berhenti di salah satu toko, dan Aluna mengangguk.
"Rafa, kerumah bunda aja yuk. Perasaan aku nggak enak. Nggak mau ke sekolah" perasaan Aluna tiba-tiba tidak enak.
"Nggak ada apa-apa Aluna, ada aku. Itu cuma perasaan kamu aja" Rafael menyakinkan Aluna.
"Tapi Rafa... Aku kayak takut banget buat ke sekolah, bolos aja yuk" ajak Aluna.
"Kemarin udah bolos, lho" ujar Rafael memperingati.
"Tapi..."
"Husttt udah nggak ada apa-apa Luna" Aluna mengangguk.
Rafael mengentikan mobilnya.
"Raf. Kenapa pada liatin aku gitu yah?" Aluna bertanya.
"Hirauin aja"
"Nggak nyangka cewek yang katanya baik, hamil duluan hahaha"
"Kukira cupu ternyata suhu"
"Anak kesayangan guru, bentar lagi di keluarin tuh"
"Ternyata oh ternyata dia punya sifat lonte ya ges ya"
"Melon teh guys"
Bugh..
Rafael menendang tempat sampah dengan kencang sampai isinya berhamburan keluar.
"Tutup mulut sampah Lo!" Ujar Rafael kepada siswi yang tadi sempat menghina Aluna.
"Udah deh raf. Nggak usah ngelindungin tuh bicht lagi!" Ucap siswi itu.
Bugh..
Rafael menendang siswi itu sampai terduduk dilantai.
Aluna yang tadi menundukkan kepalanya seketika mengangkat kepalanya.
"RAFA!" panggil Aluna.
"SEKALI LAGI LO HINA CEWEK DISAMPING GUA, BAKALAN LEBIH DARI INi!" ujar Rafael memperingati.
"Rafa hiksss"
Rafael menarik Aluna menuju rooftop. Sebelum sampai rooftop Aluna bertemu dengan Alissa.
"Wah wah. Gimana bayi di perut Lo?" Tanya Alissa. Aluna diam tanpa menjawab.
"Bukan urusan Lo!" Ucap Rafael.
"Rafa Lo di pelet apa sama nih cewek! Udah tau dia hamil duluan!"
"Lo nggak tau apa-apa Lis!" Ucap Rafaell.
Aluna melepaskan tangan yang digenggam Rafael, dirinya berlari sekuat tenaga. Namun di pertengah jalan Aluna terpeleset karena lantai basah siswa siswi yang melihat itu menertawakan tanpa ingin membantu nya, dari jauh Aluna dapat melihat sasqia menatap nya dengan iba.
'maaf Luna' batin sasqia.
Aluna dengan susah payah berdiri sendiri, namun kaki nya terkilir. Salah satu siswi membawa air pel-an dan menyiramkannya ke Aluna. Aluna yang tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu, hanya bisa menangis terisak.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAFAELL (HIATUS)
Teen FictionSebelum lanjut follow dulu ya ges ya. 17+ Bagaimana jadinya sahabat yang disatukan dalam ikatan pernikahan?