Kingdom Come (Bag. 2)

200 24 5
                                        

Lahir dan besar di Kota Daegu, Irene hanya tinggal berdua bersama ibunya. Kedua orang tuanya sudah bercerai sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ayahnya sudah menikah lagi dan terakhir kali bertemu ketika Irene lulus SMA.

Suatu ketika Irene menemani temannya ke Seoul untuk mengikuti audisi di agensi tempatnya bernaung kini. Iseng-iseng, ia pun turut berpartisipasi meski akhirnya gagal bersama temannya. Berkat kegagalannya, Irene semakin memantapkan keinginan menjadi idol. Dia sampai pindah ke Seoul agar bisa fokus mempersiapkan audisi.

Perjalanannya meraih impian tidaklah berjalan mulus. Berpindah-pindah mengikuti audisi dari satu agensi ke agensi lain, ia selalu dihadapkan dengan penolakan. Dia sampai bekerja di sebuah rumah makan karena kehabisan uang.

Di saat keputusasaan mulai menghasut agar Irene berhenti buang-buang waktu mengejar mimpinya, seorang pengunjung restoran tiba-tiba menawarinya ikut audisi. Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai manager casting di agensi tempatnya pertama kali ikut audisi, dan di sinilah ia sekarang, duduk sebagai artis papan atas dikelilingi para staf, manajer hingga beberapa petinggi perusahaan.

"Aku lebih setuju Irene bergabung dalam drama garapan Sutradara Oh Young-chul. Dia akan jadi pemeran utama." Chanyeol berpendapat.

Irene tidak tahu persis mengapa lelaki itu terlibat dalam pertemuan kali ini, tapi ucapannya sukses membuat Irene mengernyit. "Sebenarnya, aku lebih suka dengan alur cerita yang disutradarai Kang Ji-yoo," ungkapnya mengabaikan tatapan Chanyeol yang duduk di sisi seberang.

"Mereka hanya menawarimu peran pendukung," ringis Chanyeol. "Aku yakin mereka hanya ingin memanfaatkan popularitasmu demi mendongkrak drama."

"Katakan saja memang begitu, tapi aku tidak peduli. Belajar dari pengalaman sebelumnya, kemampuan aktingku masih sangat kurang. Aku lebih suka dapat peran pendukung dan berakting dengan senior-senior yang sudah mumpuni ketimbang jadi tokoh utama dengan akting yang buruk."

"Irene benar." Wanita berkacamata di samping Chanyeol menyahut. "Dia banyak dikritik saat membintangi drama sebelumnya. Kalau mengambil peran utama lagi takutnya publik kurang menyambut baik. Lebih baik dia memainkan peran kecil dulu sembari menunjukkan aktingnya yang sudah semakin alami."

Semua mata kini tertuju pada Direktur Heo yang kursinya berada di ujung meja. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas semua kegiatan artis-artis di agensi, keputusan berada di tangannya. Ketika melihat lelaki berwajah bulat itu mengangguk-angguk, Irene segera menangkap sinyal positif.

"Aku setuju dengan Irene dan Bu Shin," kata Direktur Heo berhasil membuat Irene berjingkrak dalam hati. "Lagi pula, menerima tawaran pemeran utama sama saja kita harus menjadwal ulang tur konser grup."

Chanyeol berhasil dibungkam dan Irene merasa sangat puas telah mengalahkannya. Apa pun alasannya kembali ke Korea, tidak peduli ia memiliki kekuasaan cukup besar di sini, ia tidak akan mampu menghalau apa yang Irene inginkan seperti yang ia lakukan lima tahun silam.

Ponsel bergetar dalam tas dan Irene diam-diam mengeceknya. Kegirangan kian menyembur tatkala menemukan pesan dari Junmyeon. Maka selepas pertemuan, ia bergegas pamit. Dia memang sengaja berkendara sendiri ke kantor karena hendak menemui kekasihnya.

Sebelum ke parkiran, ia bertandang sebentar ke toilet. Akibat buru-buru, ia hanya sempat menggunakan krim pelembap saat berangkat tadi. Dia pun mengeluarkan tas kecil berisi make up dan mulai mengaplikasikan ke wajah. Memoleskan lipstik berwarna coral yang meninggalkan aroma vanila di bibirnya, Irene tiba-tiba mengharapkan sebuah ciuman yang akan menjadi penyembuh rindu yang telah menumpuk. Dia jadi senyum-senyum sendiri membayangkannya.

Namun, seri di rautnya sekejap sirna tatkala ia beranjak dan mendapati Chanyeol bersandar ke tembok sambil bersedekap seperti sedang menunggu seseorang. Irene berusaha tak terusik dan berjalan seolah tak melihatnya, tapi langkahnya harus tercegat saat Chanyeol dengan cepat mengadang.

No One KnowsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang